Radial Road Lontar Resmi Dibuka, Urai Kemacetan Surabaya Barat

Senin 29-06-2026,20:31 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Endradi

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi membuka jalur perdana Radial Road di Kelurahan Lontar sebagai upaya mengurai kemacetan di kawasan Surabaya Barat, Senin 29 Juni 2026.

Pada tahap awal, jalur yang dibuka hanya diberlakukan satu arah dari timur menuju barat atau dari kawasan Pakuwon menuju Citraland.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pengoperasian satu jalur tersebut sekaligus menjadi awal sosialisasi rekayasa lalu lintas di Jalan Lontar lama yang nantinya juga akan diberlakukan sistem satu arah.

BACA JUGA:Soroti Kinerja Camat-Lurah, Komisi A DPRD Surabaya: Ora Usah Kakean Ide, Segera Action


Mini Kidi Wipes.--

"Hari ini mulai kita buka satu jalur dari timur ke barat. Bersamaan dengan ini, kita lakukan sosialisasi untuk Jalan Lontar yang lama. Nanti di sana juga akan dibuat satu arah untuk arah sebaliknya, supaya tidak crowded," ujar Eri Cahyadi.

Menurutnya, Jalan Lontar selama ini kerap mengalami kemacetan karena volume kendaraan tidak sebanding dengan lebar jalan yang tersedia.

Dengan dibukanya Radial Road sepanjang 2,6 kilometer, arus kendaraan dari dua arah akan dipisahkan sehingga diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas.

"Insya Allah, minggu depan sistem dua jalur satu arah di kedua rute ini sudah bisa berjalan bersamaan. Jika sudah terpecah fungsinya, kemacetan di daerah Lontar dipastikan terurai," imbuhnya.


Gempur Rokok Illegal--

Eri menjelaskan pembangunan Radial Road Lontar merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, termasuk penyelesaian persoalan lahan melalui skema tukar guling yang melibatkan pihak swasta dan instansi pemerintah.

"Terkait urusan tanah, ini melibatkan kerja sama antara pihak Pakuwon dengan Kemenag. Namun, untuk pengerjaan fisik aspal dan seluruhnya ditangani oleh Pemkot Surabaya dengan total anggaran mencapai Rp19 miliar," paparnya.

Selain mengurangi kemacetan, keberadaan Radial Road juga diproyeksikan mendorong pertumbuhan ekonomi di Surabaya Barat.

Menurut Eri, perubahan kawasan menjadi koridor jalan utama akan meningkatkan nilai jual objek pajak (NJOP) serta mendorong berkembangnya kawasan jasa dan komersial.

"Posisi tanah di sekitar jalur baru ini nilai PBB-nya otomatis akan naik tinggi karena posisinya sekarang berada di pinggir jalan besar. Kawasan ini tidak lagi sekadar menjadi area residensial atau rumah tinggal, melainkan sudah beralih fungsi menjadi kawasan industri jasa dan komersial," pungkasnya. (alf)

Kategori :