Antisipasi Pemadaman, TPS Jamin Layanan Bongkar Muat Tetap Normal
Aktivitas di bongkar muat di Terminal Petikemas Surabaya (TPS). --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Upaya menjaga keandalan layanan terus dilakukan PT Terminal Petikemas SURABAYA (TPS) di tengah potensi pemadaman listrik. Hasilnya, operasional di terminal tetap berjalan normal tanpa hambatan berarti.
Humas TPS, Ardiansyah, mengatakan bahwa hingga saat ini aktivitas bongkar muat tidak terdampak oleh adanya pemadaman listrik. "Alhamdulillah operasional di TPS tetap lancar, tidak berdampak dengan adanya pemadaman,” ujarnya, Senin 29 Juni 2026.
Sebagai langkah antisipasi, pihak TPS telah menyiapkan berbagai infrastruktur pendukung, seperti sub station listrik dan genset. Fasilitas tersebut memungkinkan suplai listrik tetap terjaga ketika terjadi gangguan.
BACA JUGA:Perluas Donasi Oksigen, TPS Komitmen Jaga Ekosistem Pesisir Lewat Penanaman Bibit Mangrove

Mini Kidi Wipes.--
Selain itu, TPS juga rutin melakukan drill operasional setiap tahun guna menghadapi kondisi darurat, termasuk cuaca buruk dan listrik padam. Dari hasil simulasi tersebut, waktu pemulihan listrik terbilang cepat.
“Kami setiap tahun selalu melakukan drill operasional untuk menangani cuaca buruk dan listrik mati. Hasilnya, dalam 2–3 menit listrik sudah bisa menyala kembali,” jelas Ardiansyah.
BACA JUGA:Kinerja Arus Petikemas TPS Tetap Positif, Selaras Pelaksanaan Program Transformasi

Gempur Rokok Illegal--
Dari sisi peralatan, TPS juga telah melakukan modernisasi dengan memanfaatkan tenaga listrik. Sejak 2016, Container Crane yang digunakan untuk kegiatan bongkar muat di dermaga sudah menggunakan listrik. Saat ini, Rubber Tyred Gantry (RTG) juga telah beralih ke sistem elektrifikasi.
Menurut Ardiansyah, langkah-langkah tersebut menjadi bukti bahwa TPS telah melakukan antisipasi sejak jauh hari terhadap potensi gangguan kelistrikan.
“Intinya operasional tetap berjalan normal, tidak terdampak. Ini membuktikan bahwa TPS sudah jauh-jauh hari mengantisipasi listrik mati dengan mengadakan drill minimal setahun sekali,” pungkasnya. (rio)
Sumber:






