UIBU Malang Ajak Mahasiswa Cegah Bullying Lewat Heppiee Interactive Learning

Sabtu 27-06-2026,19:07 WIB
Reporter : Edy Riawan
Editor : Udin

MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang menggelar program Heppiee Interactive Learning untuk memperkuat nilai kebinekaan dan budaya anti-bullying bagi 89 mahasiswa program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Penjasorkes (PJOK), Sabtu, 27 Juni 2026.

Program Heppiee Interactive Learning mengusung jargon "Sing Penting Heppiee" dan digelar di Kampus C UIBU.

Kegiatan tersebut memperkuat nilai kebinekaan dan budaya anti-bullying bagi 89 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Penjasorkes (PJOK) dari berbagai penjuru tanah air.

UIBU tidak menggunakan metode seminar yang umum dipakai kampus lain, melainkan mengemas edukasi wajib antiperundungan melalui game outbound dan modul digital interaktif berbasis gamifikasi.

BACA JUGA:Pocil Polresta Malang Kota Raih Juara Harapan 2 Gebyar Pocil Polda Jatim 2026


Mini Kidi Wipes.--

Rektor UIBU, Dr Nurcholis Sunuyeko, mengatakan materi bullying tidak cukup hanya disampaikan melalui ceramah.

"Kami meyakini bahwa materi bullying itu tidak cukup hanya untuk diceramahi. Tetapi harus dipraktikkan langsung. Mahasiswa mempraktikkannya bersama rekan sejawat melalui berbagai aktivitas," terang Dr. Nurcholis Sunuyeko, Sabtu 27 Juni 2026.

Kegiatan diawali dengan game kelompok kecil yang dipandu instruktur. Kegiatan tersebut bertujuan menyolidkan hubungan antarindividu, memupuk kerja sama tim, kekompakan, serta sikap pantang menyerah.

Sebagai acara puncak, mahasiswa mengakses Heppiee Interactive Learning melalui gadget masing-masing dan menjawab kuis interaktif bertema kebinekaan secara langsung.

Menurutnya, konsep Heppiee menjadi kunci penyerapan ilmu karena pendidikan akan lebih mudah diterima ketika peserta merasa senang.

"Tentunya, tanpa mengurangi esensi dari muatan materi kebhinekaan dan anti-bullying itu sendiri," lanjut Rektor.

BACA JUGA:Cegah Bullying dan Narkoba Sejak Dini, Polisi Ngawi Edukasi Ratusan Pelajar SMPN 1 Geneng


Gempur Rokok Illegal--

Ia berharap calon guru memiliki kepekaan emosional tinggi untuk mendeteksi bullying sekecil apa pun. Menurutnya, sadar atau tidak, seseorang mungkin pernah melakukan tindakan bullying dalam kehidupan sehari-hari.

"Dengan konsep tersebut, para mahasiswa digenjot agar siap menjadi generasi yang Berbudi Utama," pungkas Rektor.

Yohan Ari Kurnia, mahasiswa PPG UIBU, menyebut metode outbound jauh lebih efektif dibandingkan seminar. Menurutnya, banyak nilai yang diajarkan, terutama saling menghargai antarteman.

"Saling menghargai adalah fondasi utama mencegah perundungan sejak dini," katanya.

Langkah UIBU dinilai relevan dengan kondisi pendidikan saat ini. Kasus perundungan sudah memprihatinkan dan meluas dari sekolah dasar (SD) hingga anak yang belum bersekolah. (edr)

 

Kategori :