Dengan kejadian yang menimpa ibunya, Dimas meminta tolong kepada pihak kepolisian agar dapat segera mengungkap dan meringkus pelaku.
"Kami sekeluarga berharap agar pelaku cepat ditemukan, dan mendapat hukuman yang setimpal," tukasnya.
Sementara itu adik korban, Winda (30) yang kebetulan bekerja di Sidoarjo menerangkan, ia menerima kabar duka kakaknya pada Kamis 25 Juni 2026 sekitar pukul 20.15 WIB. Setelah mendapat informasi tersebut, dirinya langsung menuju ke Surabaya.
Gempur Rokok Illegal--
"Saya ke Polsek Sawahan dan Polrestabes Surabaya. Setelah itu saya ke RS Bhayangkara. Saya juga mendapat informasi kalau motor dan handphone kakak saya tidak diketahui keberadaannya," terangnya.
Winda menjelaskan, dirinya seorang diri menemani jasad kakaknya di RS Bhayangkara hingga sampai mengantar sampai di rumah duka yang berada di Desa Jarak Kulon, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang.
"Tadi pagi tiba dirumah, setelah itu pada pukul 8.30 WIB dimakamkan di TPU Dusun Jarak," jelasnya.
Menurut Winda, kakanya sudah lama pisah dengan suaminya. Namun sepintas dirinya tahu kalau ada seseorang yang suka dengan kakaknya.
"Persisnya saya kurang tahu apakah orang itu menjalin hubungan serius dengan kakak saya atau tidak,"ujarnya.
Suharti Ningsih merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Korban sendiri memiliki satu anak dan seorang cucu.
BACA JUGA:Kasus Suami Bunuh Bidan di Besuki: Selain Cemburu, Pelaku Diduga Kuat Konsumsi Sabu
Perlu diketahui, Suharti Ningsih yang mengontrak di Jalan Putat Jaya Gang Lebar A, Sawahan, Surabaya tewasnya dalam kondisi bersimbah darah di kamar kontrakannya pada Kamis 25 Juni 2026 sekitar pukul 19.30 WIB.
Hasil identifikasi Tim Inafis Polrestabes Surabaya, kata Muljono, sepintas memang ada luka tusukan di tubuh korban. Ada dugaan SN merupakan korban pembunuhan. Usai dilakukan olah TKP, mayat korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi. (yus)