Sang Ibu Tewas di Surabaya, Hati Anak Semata Wayang Hancur
Dimas Ardiansyah, putra semata wayang korban membawa foto keluarga.(Muhammad Yusuf) --
JOMBANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Duka mendalam dirasakan oleh keluarga Suharti Ningsih (51) yang menjadi korban pembunuhan di Sawahan Surabaya. Bahkan anak semata wayangnya pum terpukul atas kepergian ibundanya.
"Hancur. Sangat merasa kehilangan," ungkap Dimas Ardiansyah (22) putra semata wayang dari korban, Jumat 26 Juni 2026.
BACA JUGA:Lansia Candi Lontar Surabaya Diduga Korban Pembunuhan

Mini Kidi Wipes.--
Dimas mengungkapkan, ibunya merupakan sosok yang sangat baik kepada dirinya dan keluarga besarnya. Sangat sayang kepada dirinya meski ditinggal bekerja di Surabaya.
"Ibu itu orangnya pekerja keras dan juga sabar," ungkapnya.
BACA JUGA:ASN Pemkab Bangkalan Ditemukan Tewas di Parkiran Juanda, Korban Diduga Dibunuh Diluar Bandara
Dimas membeberkan bahwa ibunya meninggalkan rumah untuk bekerja di Surabaya saat usia dirinya masih kecil, belum sekolah. Namun, komunikasi kepada keluarga tak pernah putus. Bahkan selalu pulang ke rumah jika libur bekerja.
"Sangat perhatian kepada saya dan anak saya (cucu korban)," bebernya.
Kemudian Dimas membeberkan, bahwa ia berkomunikasi melalui telfon dengan ibunya pada Selasa 23 Juni 2026 siang. Dalam komunikasi tersebut, Dimas akan dikirim uang pada selasa sore.
BACA JUGA:Dituntut 18 Tahun, Pembunuh Teman Michat Ingin Putusan Paling Ringan
"Selasa sore ibu kirim uang ke saya. Pada Rabu 24 Juni 2026 sekitar pukul 10.00 WIB, saya menghubungi ibu tapi sudah tidak bisa. Lalu saya coba telfon pada sekitar maghrib juga tidak bisa," bebernya.
Lalu Dimas juga mengungkapkan, pada Kamis 25 Juni 2026 sekitar pukul 08.00 WIB, seorang lelaki bernama Yanto yang diduga kekasih ibunya, mengirim pesan whatsapp kepadanya. Pesan yang dikirim yakni "Dimas ibuk ng kono (rumah Jombang)" (Dimas ibu di situ).
"Lalu pada pukul 11.44 WIB siang, orang ini telfon saya, menanyakan ibu pulang ke jombang apa tidak," ungkapnya.
Sumber:





