Simon menjelaskan bahwa penyesuaian harga hanya berlaku untuk BBM non-subsidi, yaitu Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai diterapkan sejak 10 Juni 2026.
BACA JUGA:Antisipasi Kelangkaan BBM, Polsek Lakarsantri Patroli Presisi Cek Stok di Sejumlah SPBU
Menurutnya, kebijakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global serta pergerakan harga minyak di pasar internasional.
“Penyesuaian pada harga BBM non-subsidi ini dilakukan dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik global dan harga minyak yang berlaku di pasar internasional dengan tetap mempertimbangkan daya beli masyarakat,” ujar Simon dalam keterangan resminya.
Ia juga menekankan bahwa penyesuaian harga tidak hanya dilakukan oleh Pertamina, tetapi juga oleh sejumlah SPBU badan usaha swasta lainnya yang menjual BBM non-subsidi.
Menurut Simon, di tengah tantangan global yang terus berkembang, Pertamina bersama pemerintah tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Ia mengajak masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak serta mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Polsek Lakarsantri Pastikan Stok BBM Aman Melalui Patroli Presisi di Sejumlah SPBU
Masih Lebih Murah Dibanding Negara Tetangga
Meski mengalami kenaikan, harga Pertamax di Indonesia masih tergolong kompetitif dibandingkan BBM dengan spesifikasi setara RON 92–95 di sejumlah negara kawasan Asia Tenggara.
Berdasarkan data per 11 Juni 2026 harga Pertamax di Indonesia berada di Rp16.250 per liter.
BACA JUGA:Tak Ingin Petani Jember Menangis, Bupati Fawait Pasang Badan Soal Pupuk dan BBM
Angka tersebut masih lebih rendah dibanding Filipina yang mencapai Rp22.158 per liter, Myanmar Rp25.085 per liter, Thailand Rp28.910 per liter, Laos Rp31.945 per liter, hingga Singapura yang mencapai Rp42.971 per liter. Data harga tersebut merupakan sumber dari Petrol Price, GasWatch, Global Petrol Prices.
Perbandingan harga ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penyesuaian harga, masyarakat Indonesia masih memperoleh BBM non-subsidi dengan harga yang relatif lebih terjangkau dibandingkan sejumlah negara tetangga.