Tekan Dampak Lingkungan, Bupati Gresik Ingatkan SPPG Kelola Sampah Sesuai Regulasi

Selasa 09-06-2026,08:54 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Muhammad Ridho

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mengelola sampah dan air limbah domestik sesuai standar regulasi nasional. Dirinya berharap tidak ada persoalan pencemaran lingkungan baru di tengah masyarakat. 


Mini Kidi Wipes.--

Hal itu ia sampaikan saat membuka kegiatan pembinaan dan peningkatan kapasitas SPPG Kabupaten Gresik Tahun 2026 di Kantor Pemkab Gresik, Senin 8 Juni 2026. 

"Selain aspek kualitas pangan, kualitas pengolahan sampah dari sumber (SPPG) sebelum ke TPST juga harus menjadi perhatian utama," ujar Yani.

BACA JUGA:Bupati Gresik Tegaskan Kepala Puskesmas Tak Boleh Jadi Raja Kecil dalam Pengadaan

Selain menjaga kualitas makanan, pihaknya juga menyinggung tiga titik krusial yang harus dipenuhi setiap SPPG. Meliputi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan kualitas air. 

"Terkait SLHS kita masih ada 93, diperlukan komunikasi dua arah untuk SPPG dalam pengelolaan sampah di masing masing wilayah,” ucapnya.


Gempur Rokok Illegal--

Ia menilai, pengelolaan sampah masih menjadi tantangan bagi SPPG di wilayah utara. Sebab, Pemkab Gresik belum memiliki TPST di untuk menunjang pengelolaan sampah di wilayah tersebut. 

“Mungkin masih kesulitan untuk wilayah utara karena masih belum ada TPST.  Jika wilayah selatan sudah ada TPST di Menganti dan Kedamean, maka diperlukan MoU antara DLH dan SPPG sehingga ada Implementasi," tuturnya.

BACA JUGA:Sambang Pasar Panganan Giri Biyen, Bupati Gresik: Jadi Sarana Perkenalan Budaya ke Generasi Muda

Kebijakan itu, tambahnya, dirancang dengan mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi lingkungan. SPPG diharapkan bisa menjadi pelopor budaya kebersihan lingkungan. 

BACA JUGA: Bupati Gresik Dorong CSR Perusahaan, Berdampak Nyata dan Selaras Program Pemerintah

Yani juga mendorong SPPG memanfaatkan potensi komoditas yang ada di masing-masing wilayah untuk menggerakkan perekonomian masyarakat setempat. Ia berharap potensi tersebut bisa dimanfaatkan dalam pemenuhan program MBG. 

"Karena Kabupaten Gresik bukan tempat penghasil buah, maka Pemkab Gresik siap mensubsidi transportasi bagi SPPG dalam pemenuhan gizi program MBG," terangnya.

Kategori :