Operasional RPH Tambak Osowilangun Dimulai, Ratusan Sapi Dipotong dalam Empat Hari

Sabtu 06-06-2026,10:58 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Muhammad Ridho

"Fasilitas armada sudah disiapkan oleh Pemkot Surabaya, di mana satu truk memiliki kapasitas muat hingga 2 ton. Rencananya armada ini akan melakukan pengiriman ke Pasar Arimbi Ampel sebanyak dua rit, mulai jam 1 malam hingga jam 3 pagi," urai Fajar.

Aktivitas pemotongan di RPH TOW tercatat terus mengalami peningkatan dalam empat hari pertama beberoperasi

Pada hari perdana, tercatat ada 6 ekor sapi yang dipotong. Angka ini melonjak tajam pada hari kedua sebanyak 43 ekor, hari ketiga 43 ekor, dan hari keempat mencapai 46 ekor sapi. Total dalam empat hari, RPH TOW telah memotong 136 ekor sapi.

BACA JUGA: Pengusaha Daging Pilih Potong Mandiri RPH Jombang Sepi, PAD Hanya Rp 202,8 Juta

Mengenai waktu operasional, Fajar menjelaskan bahwa aktivitas pemotongan tetap mengikuti ritme dan skema pasar tradisional yang berlaku pada malam hari agar daging yang sampai ke tangan konsumen tetap dalam kondisi segar.

"Pasar daging di Surabaya biasanya bergerak di pagi hari, maka pemotongannya harus malam hari. Kami dari pihak RPH tidak bisa mendikte jam pemotongan para jagal karena mereka yang paling tahu waktu yang tepat. Jika daging terlalu lama disimpan setelah dipotong, justru bisa busuk dan tidak segar. Tugas kami sebagai penyedia jasa adalah selalu siap. Habis Magrib petugas kami sudah ready, dan jam 8 malam semua pos pelayanan sudah siap siaga," tegasnya.

Di sisi lain, Pasar Daging Arimbi yang terletak di kawasan Ampel ipastikan tetap beroperasi normal. Fajar menegaskan bahwa Pasar Arimbi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari RPH Surabaya

BACA JUGA:Matangkan Persiapan Operasional Unit Tambak Osowilangon, RPH Surabaya Gelar Dialog Bersama Mitra Jagal

Oleh karena itu, para pedagang di pasar tersebut diwajibkan hanya menjual daging yang berasal dari hasil pemotongan resmi di Unit RPH TOW.

Langkah tegas ini diambil untuk mengantisipasi beredarnya daging ilegal atau pasokan dari luar daerah yang tidak jelas standardisasinya.

"Kami memastikan para penjual di Pasar Daging Arimbi wajib menolak masuknya pasokan daging dari luar RPH Surabaya. Ini penting untuk menjaga agar pasar tetap menyediakan daging dengan asal-usul yang jelas, proses pemotongan yang terawasi, dan kualitas yang terjamin," kata Fajar.

Ia juga mengajak seluruh pihak untuk berkomitmen menjaga stabilitas pasar. "Kita jaga Pasar Arimbi dari masuknya daging luar yang dapat merusak harga di tingkat mitra jagal serta meruntuhkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas daging di Surabaya," pungkasnya. (alf)

Kategori :