Memanusiakan Manusia, Pemkab Situbondo Lepas Pasung ODGJ di Asembagus

Kamis 28-05-2026,15:40 WIB
Reporter : Fatur Bari
Editor : Fatkhul Aziz

SITUBONDO, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten Situbondo kembali menunjukkan komitmen nyata dalam menangani Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Melalui aksi humanis, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, memimpin langsung pelepasan rantai pasung seorang pasien di wilayah Kecamatan Asembagus, Kamis 28 Mei 2026.

Aksi pembebasan ini melibatkan sinergi lintas sektor yang kuat. Tampak hadir di lokasi antara lain Forkopimcam Asembagus, kepala desa beserta perangkat, Puskesmas, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga programmer kesehatan jiwa.

BACA JUGA:ODGJ Dipasung Empat Tahun di Mojokerto Dievakuasi Dinsos Jatim


Mini Kidi Wipes.--

Wabup Ulfiyah menegaskan bahwa penanganan ODGJ merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata beban keluarga pasien. Kehadiran pemerintah daerah bertujuan untuk memastikan pasien mendapatkan hak pelayanan kesehatan yang layak, baik secara medis maupun sosial.

"Hari ini, Pemda bersama Forkopimcam, Puskesmas, PKH, TKSK, kepala desa, dan pendamping hadir lengkap untuk mendampingi, berkomunikasi dengan pasien, sekaligus membuka rantai pasung," ujar Ulfiyah.

BACA JUGA:Empat ODGJ Probolinggo Dipasung Akhirnya Dibebaskan Tim Dinsos Jatim

Sebelum rantai dilepaskan, tim medis dari Puskesmas terlebih dahulu memberikan tindakan berupa injeksi dan obat penenang agar kondisi pasien stabil. Ulfiyah memastikan bahwa penanganan ini tidak berhenti di sini. Pemerintah daerah berkomitmen mengawal pengobatan pasien secara berkala.

"Selanjutnya, pasokan obat-obatan pasien akan dibantu dan difasilitasi oleh pemerintah," tambah Wabup.


Gempur Rokok Illegal--

Di kesempatan yang sama, Camat Asembagus, Faishol Afandi, menjelaskan bahwa misi utama dari gerakan ini adalah memanusiakan manusia. Ia menekankan pentingnya komunikasi dan dukungan psikologis dari pihak keluarga agar pasien tidak kembali dipasung di masa depan.

BACA JUGA:Ironi Kampung Pesilat Madiun, Tiga ODGJ Masih Terpasung

"Tujuan utama kami adalah memanusiakan manusia. Dukungan keluarga sangat menentukan keberhasilan pengobatan ini," jelas Faishol.

Aksi tanggap Pemkab Situbondo ini mendapat apresiasi tinggi dari warga sekitar. Masyarakat berharap program pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas seperti ini terus berlanjut, sehingga tidak ada lagi ODGJ yang telantar atau dipasung akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Kategori :