Surabaya, memorandum.co.id - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat alat monitoring untuk mendeteksi pasien Covid-19 yang kabur dan berkeliaran di tengah masyarakat. Inovasi ini didasari oleh keresahan masyarakat adanya sejumlah pasien Covid-19 yang kabur atau menghindari isolasi khusus. Empat mahasiswa yang tergabung dalam Tim GATA merupakan mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi. Mereka adalah Akbar Suwandana, Alvin Cahya Adi Perdana, Tahta Anugrah Wibowo, dan Gita Marcella Khoirun Nissa. Akbar Suwandana selaku ketua tim mengatakan bahwa dengan alat yang diberi nama Ramones tersebut dinilai mampu mendeteksi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG), dan pasien positif Covid-19. "Ramones rencananya akan diletakkan di tempat-tempat umum seperti mal, sarana pendidikan, pintu keluar masuk desa, dan tempat umum lainnya. Karena di sini (tempat-tempat tersebut, red) merupakan tempat penularan yang paling sering terjadi," jelas Dana panggilan akrab Akbar Suwandana kepada memorandum.co.id, Selasa (4/8/2020). Dana menjelaskan, pengunjung yang ingin masuk akan berdiri di titik pengukuran. Setelah itu, secara otomatis sensor dari alat ini akan langsung bekerja, mulai dari mengukur ketinggian, mendeteksi wajah, hingga mengukur suhu tubuh. "Input dari semua sensor ini akan dimasukkan ke dalam database yg telah terhubung dengan database Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Covid-19," jelasnya. Dana melanjutkan, data yang masuk akan langsung dicocokan dengan database milik BNPB Covid-19. Data yang cocok membuat alat akan memunculkan notifikasi di layar pengawas melalui monitor. Selain itu buzzer alarm pada portal juga akan menyala dan portal tidak dapat terbuka, sehingga pengunjung tidak bisa masuk. "Hal ini akan berbeda ketika data yang diterima tidak cocok dengan database BNPB, portal secara otomatis akan langsung terbuka dan pengunjung bisa masuk," lanjut Dana. Mahasiswa asal Malang ini menyampaikan, dengan menggunakan sistem sensor tersebut, Ramones sekaligus dapat mengurangi risiko petugas atau penjaga portal dalam terpapar virus Covid-19. Berkat idenya tersebut, Tim GATA berhasil meraih posisi kedua dalam Lomba Aplikasi Inovatif dan Inspiratif Covid-19 (LAI2) Covid-19 sublomba detektor yang diselenggarakan Direktorat Kemahasiswaan ITS dan telah diumumkan, beberapa waktu lalu. Dana berharap, Ramones buatan timnya ini dapat mengurangi kekhawatiran masyarakat untuk berkunjung ke tempat umum. "Dengan kondisi new normal seperti sekarang, semoga alat ini bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat sekitar," pungkasnya penuh harap. (mg1/tyo)
Deteksi Pasien Covid-19, Mahasiswa ITS Hadirkan Ramones
Selasa 04-08-2020,20:11 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 05-11-2026,04:08 WIB
Dosen Unair Soroti Dugaan Penyadapan Ilegal Presiden, Ingatkan Ancaman Privasi Rakyat
Kamis 05-11-2026,08:09 WIB
Rumput Tetangga Lebih Hijau (4): Pelarian yang Salah Alamat
Kamis 05-11-2026,01:05 WIB
Terekam CCTV, Remaja Surabaya Bobol Rumah Teman di Sukodono, Curi Emas dan Laptop Rp 100 Juta
Kamis 05-11-2026,07:06 WIB
Roadshow di Malang, Film Piye To Kih Bawa Pesan Berani Kejar Mimpi
Kamis 05-11-2026,05:09 WIB
Urus SKCK Kini Bisa lewat Super Apps Polri, Polda Jatim Tegaskan Tarif Rp 30 Ribu
Terkini
Jumat 06-11-2026,00:00 WIB
Pengelola Pasar Buah Tanjungsari Surabaya Mengaku Diintimidasi saat Diminta Teken Surat Pernyataan
Kamis 05-11-2026,23:34 WIB
Musim Hujan Molor, Lamongan Siaga Satu Bencana Hidrometeorologi
Kamis 05-11-2026,23:01 WIB
Hari Bhakti Ke-2 Kemenimipas, Imigrasi Blitar Wujudkan Pengabdian melalui Aksi Sosial
Kamis 05-11-2026,22:51 WIB
Pemkab Malang Akan Tingkatkan Anggaran Tanggap Bencana
Kamis 05-11-2026,21:18 WIB