Warga pun berharap pemerintah kota turun tangan melakukan operasi pasar guna menjaga stabilitas daya beli masyarakat menjelang hari raya.
"Mesti lek mau lebaran bumbu-bumbu mundak kabeh (mesti kalau menjelang lebaran bumbu naik semua, red), wes yo opo maneh mosok gak belanjo (sudah gimana lagi masa tidak belanja), gak mangan (tidak makan)," cetus Nur Fadilah dengan logat Suroboyoan.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya telah melakukan berbagai langkah penguatan, terutama melalui operasi pasar dan gerakan pangan murah (GPM) di berbagai wilayah. Upaya ini difokuskan pada komoditas strategis agar masyarakat tetap dapat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.
Gempur Rokok Illegal--
“Program pasar murah dan GPM akan terus kami intensifkan sebagai upaya menjaga keterjangkauan harga sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia di tengah kebutuhan masyarakat,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Nanik Sukristina.
Selain itu, penguatan dari sisi produksi juga terus dilakukan melalui pembagian bibit dan dukungan sarana pertanian, termasuk untuk komoditas hortikultura.
“Langkah ini bertujuan menjaga kesinambungan pasokan sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kota,” terangnya.
BACA JUGA:Pemerintah: Belum Ada Kenaikan Harga BBM per 1 April, Masyarakat Diimbau Tenang
Pemkot bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) juga mempertahankan sistem pemantauan harian terhadap harga dan ketersediaan pangan.
“Dengan sistem ini, setiap perkembangan di lapangan dapat segera direspons secara cepat dan tepat,” ungkapnya.
Berbagai upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen pemkot dalam memberikan rasa tenang kepada masyarakat.
“Kami pastikan pasokan pangan aman, distribusi lancar, dan harga tetap terkendali, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan nyaman,” pungkasnya.(alf)