Di hadapan peserta upacara, Khofifah juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Jawa Timur. Salah satunya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 yang mencapai 5,96 persen year-on-year, tertinggi di Pulau Jawa dan berada di atas rata-rata nasional.
Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan optimisme masyarakat Jawa Timur dalam menjaga stabilitas ekonomi, memperkuat UMKM, mendukung ketahanan pangan, serta memperluas lapangan pekerjaan.
Ia juga menegaskan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional. Selama lima tahun berturut-turut, produksi padi dan beras Jawa Timur disebut menjadi yang tertinggi di Indonesia.
BACA JUGA:Hari Buku Nasional, Khofifah Ingatkan Bahaya Generasi Ketergantungan Gawai
"Jawa Timur tidak sekadar membangun ketahanan pangan, tetapi insyaallah sudah mampu mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan," ungkapnya.
Tak hanya itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian. Khofifah menyebut selama tujuh tahun berturut-turut, siswa SMA, SMK, Madrasah Aliyah, dan SLB asal Jawa Timur menjadi yang terbanyak diterima di perguruan tinggi melalui jalur tanpa tes dibanding provinsi lain di Indonesia.
Menurutnya, seluruh capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, ruang pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan generasi muda harus terus diperkuat.
Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Menutup amanatnya, Khofifah mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Harkitnas sebagai momentum memperkuat gotong royong dan optimisme membangun bangsa.
"Dari Jawa Timur, kita teguhkan komitmen untuk terus menjaga tunas bangsa demi mewujudkan Indonesia yang lebih maju, lebih berdaulat, dan lebih bermanfaat," pungkasnya. (Ain)