SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Novel masih menjadi pilihan bagi sebagian pembaca yang ingin menikmati cerita dengan makna lebih mendalam. Di tengah populernya novel ringan dan cerita yang viral di media sosial, karya sastra tetap memiliki daya tarik tersendiri karena mampu menghadirkan persoalan kehidupan, konflik batin, hingga kritik sosial melalui gaya penulisan yang khas.
Beberapa novel sastra bahkan dinilai layak masuk daftar bacaan tahun ini karena menawarkan cerita yang emosional sekaligus reflektif. Tidak hanya menghadirkan alur yang menarik, novel-novel tersebut juga mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:Kuliah Sastra Pagi, Sore Jadi Bos Durian Kocok di Pasar Kodam Brawijaya Surabaya
Mini Kidi Wipes.--
1.The Vegetarian
Novel karya Han Kang si peraih novel tahun 2024 ini banyak dibicarakan pembaca sastra dunia karena mengangkat tema tekanan sosial dan kebebasan individu. Ceritanya mengikuti kehidupan seorang perempuan yang memutuskan berhenti memakan daging hingga memicu perubahan besar dalam hidupnya. Keputusan tersebut menimbulkan konflik, penyakit mental, hingga pemberontakan terhadap patriarki.
BACA JUGA:Menulis Ulang Hikayat Giri Kedaton Lewat Sastra, Yayasan Gang Sebelah Luncurkan Buku Tambo Girisik
2. Corpus Uteri
Novel karya Sasti gotama ini dikenal karena mengangkat isu perempuan dan tubuh melalui cerita yang emosional serta penuh simbol. Tidak hanya itu, novel ini mengangkat kisah tentang dampak kekerasan seksual dan meninggalkan trauma mendalam bagi korban yang diwariskan kepada generasi selanjutnya. Tidak hanya itu novel ini juga sempat menarik perhatian juri dalam sayembara novel DJK tahun 2023.
BACA JUGA:Perkuat Ekosistem Sastra Gresik, Yayasan Gang Sebelah Kembali Gelar Sapa Sastra 2025
3. Teh dan Pengkhianatan
Novel karya Ikasa Banu ini menawarkan cerita tentang hubungan antarmanusia yang dipenuhi konflik emosional. Novel ini menceritakan tentang sisi gelp kolonialisme Belanda di Indonesia. Dalam novel tersebut diceritakan bagaimana memanipulai pribumi termasuk menggunakan pasukan pribumi untuk memadamkan memperontakan.
BACA JUGA:Putu Wijaya, Sastrawan Absurd yang Maknai Kehidupan Lewat Cerpen dan Teater Minimalis
4. Inteligensi Embun Pagi
Novel karya Dee Lestari ini mencerirakan tentang pertemuan antara tokoh tokoh utama darnovel sebelumya. Novel ini bisa dibilang sambungan dari Supernova. Mereka semua bersatu untuk mengunkap identitas asli peretas Supernova dan terlibat dalam pertempuran. Penulis novel ini juga salah satu penulis legendaris di dunia sastra.