KOTA KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memberikan arahan dalam Bimbingan Teknis Verifikasi dan Validasi DTSEN serta pemasangan stiker DTSEN Desil 1 penerima BLT DBHCHT kategori masyarakat lainnya di Hotel Lotus Garden Kota Kediri, Rabu 13 Mei 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Vinanda Prameswati menekankan pentingnya pemahaman kader dan petugas survei dalam melakukan pendataan masyarakat secara tepat dan akurat agar program bantuan pemerintah dapat tepat sasaran.
BACA JUGA:Asah Kemampuan Public Speaking, Polres Kediri Gelar Pelatihan MC
Mini Kidi Wipes.--
“Kalau data tidak valid, akhirnya yang dikomplain kader. Misalnya, ada warga yang rumahnya tidak layak, tapi belum pernah mendapat bantuan. Karena itu, setelah memahami materi dari narasumber, harus benar-benar dilaksanakan di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, petugas tidak hanya mencatat identitas warga, tetapi juga harus melihat kondisi rumah, aset yang dimiliki, hingga riwayat bantuan yang pernah diterima masyarakat.
Hal tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan pemerintah diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia mencontohkan, program rumah tidak layak huni (Rutilahu) hanya dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki sertifikat hak milik sesuai aturan yang berlaku.
Selain itu, penggunaan elpiji 3 kilogram juga dapat menjadi salah satu indikator dalam proses verifikasi data masyarakat tidak mampu.
“Nanti bisa dilihat kondisi rumahnya, kendaraannya, penggunaan elpiji 3 kilo, hingga bantuan apa saja yang pernah diterima. Kalau ada kondisi kesehatan tertentu seperti stunting, stroke, atau ODGJ juga bisa dicatat. Semua itu penting agar pemerintah memiliki data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Selain itu, Wali Kota Kediri berharap seluruh peserta bimtek dapat mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengisi data masyarakat secara benar.
Dengan data yang valid, pemerintah dapat meminimalisir program yang tidak tepat sasaran sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.
“Ini juga menjadi amal jariah bagi Bapak Ibu sekalian. Karena dari data yang valid, program pemerintah bisa berjalan lebih efektif dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan peralatan survei kepada petugas yang terdiri atas TRC, TAGANA, TKSK, dan relawan sosial.
Turut hadir Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Kediri Emil Wahyudiono, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syamsul Bahri, Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Rony Yusianto, para camat dan lurah se-Kota Kediri, serta peserta bimtek dan petugas survei. (fai)