GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mendorong pelestarian budaya lokal. Salah satunya ditunjukkan melalui Festival Budaya dan Kuliner Pasar Panganan Giri Biyen yang digelar di Kampung Kajen, Desa Giri, Kecamatan Kebomas, Minggu 3 Mei 2026.
Festival tersebut menghadirkan nuansa tempo dulu, mulai dari memakai busana tradisional bagi para pedagang, hingga sistem transaksi dengan koin gobog. Sebanyak 43 pedagang berpartisipasi menyajikan beragam kuliner khas Gresik yang mulai jarang dijumpai.
BACA JUGA: Bupati Gresik Dorong CSR Perusahaan, Berdampak Nyata dan Selaras Program Pemerintah
Mini Kidi Wipes.--
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, menyambangi langsung pasar yang digelar setiap Minggu Kliwon itu. Ia menegaskan dukungan pihaknya terhadap upaya pelestarian kearifan lokal dan penguatan ekonomi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Yani juga menyampaikan bahwa kegiatan itu memiliki nilai strategis. Selain sebagai ajang wisata kuliner, juga sebagai media edukasi budaya bagi masyarakat.
“Festival ini merupakan upaya untuk menghidupkan kembali khazanah kuliner dan tradisi lokal Giri di tengah perkembangan zaman. Ini juga sarana memperkenalkan identitas budaya daerah ke generasi muda,” katanya.
BACA JUGA:Lantik Kades PAW Desa Laban, Bupati Gresik Paparkan Rencana Peningkatan Jalan Menganti-Surabaya
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
Bupati Yani mengapresiasi meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap pasar tersebut sejak pertama kali digelar. Pemkab Gresik, lanjutnya, bakal terus mendukung pengembangan kegiatan serupa.
“Kami berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif. Khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan UMKM lokal,” tandasnya. (rez)