Program JKN Jadi Perlindungan Kesehatan Sukardi di Masa Tua
Sukardi menunjukkan aplikasi JKN.--
KEDIRI, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Memasuki usia yang tidak lagi muda, membuat Sukardi (61) semakin sadar bahwa kesehatan perlu dijaga dan dipersiapkan sejak dini. Warga Desa Pehkulon, Kecamatan Papar, Kabupaten KEDIRI itu memahami bahwa risiko sakit dapat datang kapan saja, termasuk saat seseorang mulai memasuki masa tua.
Kesadaran tersebut mendorong Sukardi untuk mendaftarkan diri sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Baginya, memiliki perlindungan kesehatan bukan hanya untuk menghadapi sakit, tetapi juga menjadi bentuk kesiapsiagaan agar tidak terbebani biaya besar ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Pertama kali mendaftar itu bulan Oktober tahun 2025. Namanya usia sudah tidak muda lagi, tentu risiko sakit juga semakin besar. Alhamdulillah semua proses pendaftarannya sangat mudah,” ujar Sukardi saat ditemui di rumahnya, Minggu (31/5).
BACA JUGA:JKN Jadi Penopang Pemulihan, Suwandi Rasakan Manfaat Perlindungan Kesehatan

Mini Kidi Wipes.--
Keputusan Sukardi menjadi peserta JKN tidak muncul begitu saja. Ia pernah melihat orang-orang di sekitarnya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit saat mengakses layanan kesehatan. Dari pengalaman itu, ia semakin memahami bahwa biaya pengobatan dapat menjadi beban berat apabila tidak memiliki jaminan kesehatan.
Menurut Sukardi, membayar iuran secara rutin jauh lebih ringan dibandingkan dengan harus menghadapi tagihan pengobatan dalam jumlah besar ketika sakit datang tiba-tiba.
“Lebih baik saya membayar Rp100 ribu tiap bulan daripada ketika sakit harus mendapatkan tagihan dengan biaya yang tinggi. Dengan disiplin membayar, kartunya tetap aktif. Kalau suatu saat dibutuhkan, bisa langsung digunakan tanpa kendala,” tuturnya.
Sebagai peserta mandiri kelas dua, Sukardi berkomitmen membayar iuran tepat waktu. Meski hingga kini belum pernah memanfaatkan layanan JKN secara langsung, ia percaya iuran yang dibayarkan dapat membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan.
“Alhamdulillah selalu rutin bayar iuran. Saya mendengar kalau Program JKN ini memiliki prinsip gotong royong. Itu salah satu hal yang membuat saya tertarik untuk daftar jadi peserta. Jadi secara tidak langsung saya bisa beramal atau membantu sesama,” jelasnya.
Di usia 61 tahun, Sukardi juga berusaha mengikuti perkembangan teknologi. Ia mulai memanfaatkan Aplikasi Mobile JKN untuk mengakses berbagai informasi kepesertaan secara lebih mudah.
“Awalnya memang tidak mudah karena memang hal baru. Akhirnya saya belajar bagaimana cara membuka aplikasi dan bisa digunakan untuk apa saja. Seringnya untuk cek status kepesertaan dan cek info tagihan sehingga bisa langsung bayar tagihan,” tambahnya.
BACA JUGA:Tanggapi Isu Teror Pocong, Cak Ji: Kalau Betulan Ada, Saya Datangi Langsung

Gempur Rokok Illegal--
Sumber:








