"Ayah mandi dulu." "Bajunya ganti." "Gak boleh duduk." "Langsung mandi." Anak-anak dan menantu saya kompak.Tahu saya baru pulang bertugas Jumatan di masjid Ummul Mukminin beberapa waktu lalu. Mereka benar-benar waspada corona. Sangat beralasan karena yang nomer satu sedang punya baby dan yang nomor dua, istrinya sedang hamil 7,5 bulan. Kebetulan lagi kumpul di rumah. Saya nurut. Siapa juru cerewet di keluarga Anda? Cerewet corona, cerewet mengajak sholat jamaah tepat waktu. Cerewet kesehatan misalnya mengingatkan: "jangan terlalu gemuk". Menurut saya, perlu ada "juru cerewet" di setiap rumah, di perkumpulan, di kantor, di pasar, di manapun. Sebab, kita memang sering teledor. Contoh, di perkumpulan Senam Dahlan Iskan (SDI). Senamnya sendiri berlangsung tertib, disiplin menjaga jarak, semua pakai masker. Tapi, seusai senam, kadang terlihat banyak yang ngomong-ngomong. Apalagi jika ada yang bawa makanan, cenderung mengumpul. "Woooe!! jaga jarak!" kata Abah Dahlan Iskan, setiap tahu ada yang saling berdekatan. Abah DI termasuk "juru cerewet paling cerewet" menghadapi corona ini. Bahkan, suatu hari, saya kena teguran karena bawa kacang godok dalam satu kresek. "Bawa pulang lagi. Lain kali harus sudah dimasukkan kotak kecil-kecil. Jadi tinggal bagi," katanya. DI berkali-kali mengingatkan agar di klub SDI jangan sampai ada yang terkena corona. Saling menjaga. Karena itu, setiap ada update, tentang Covid 19 selalu diberitahukan kepada seluruh anggota. Bahkan, kadang-kadang ada ceramah khusus tentang Covid dari dokter. Yang terakhir dari dr Dwi Koryanto Sp.BS, yang membahas aneka ragam masker, termasuk cara melepasnya dan menyimpannya yang benar, dan tentu juga yang aman. Harus ada "pahlawan" covid di rumah, di perkumpulan, di kantor, atau di mana saja. Sebab, kita cenderung lalai. Menganggap bahwa virus ini masih jauh darinya, tidak mau mendekatinya. Tubuhnya cukup kuat menghadapinya. Lihatlah betapa sederhana proses penularannya. Seorang asisten rumah tangga (ART) pulang dari Surabaya untuk menghadiri hajatan pernikahan di rumahnya, di kampung Klitik, Kasihan, Tegalombo, Pacitan. Di Surabaya dia dites PCR, tapi sebelum hasilnya keluar, dia pulang ke Pacitan. Betapa hebohnya, begitu hasil tesnya dia dinyatakan positif Covid. Langsung, diambil langkah tegas, semua penghuni kampung yang berjumlah 53 KK dikarantina. Semua akses ke kampung ditutup. Makanan dipasok dari Desa dan Polres. Setiap kali makanan atau bahan makanan siap dihalo-halo pakai toa. Sementara, si ART-nya sendiri diisolasi di Wisma Atlet Pacitan. Jangan sekali-kali lalai hanya gara-gara badan yang kuat, baik itu badan sendiri, maupun tamu kita. Justru Orang Tanpa Gejala (OTG) lah yang selama ini dianggap paling berbahaya. Paling aman tetap pakai masker dan face shield setiap berinteraksi dengan orang lain. Jaga jarak, sering cuci tangan pakai sabun dan protokol kesehatan lainnya. "Paket!", "Go Food"! setiap ada teriakan orang yang mengantar makanan atau barang di depan pagar, kita biasanya bergegas mau mengambilnya. Lupa maskeran dulu, lupa pakai face shield. Menganggap aman hanya kurang semenit berinteraksi. "Juru cerewet" harus cepat bertindak. "Maskernya!". "Face shieldnya!" Begitu sudah diterima, diteriaki lagi: "Cuci tangan!" Harus ada "juru cerewet" di setiap rumah dan perkumpulan. Jika satu rumah cuek semua, sangat berbahaya. Teledor semua. Lalai semua. Berpotensi terkena semua. Sungguh berbahaya. Menjadi "juru cerewet" mungkin menyebalkan. Sering dilawan. Juga dicuekin. Tiap saat bilang: "masker!" atau "jaga jarak!" atau "cuci tangan!" "Ganti baju," "Mandi!" Belum tentu langsung diikuti, dipatuhi. Tapi, sungguh jauh lebih baik daripada diam saja yang bisa membahayakan kita semua. Ayo, berkorban mulia menjadi "juru cerewet" di lingkungan kita.Mau? Salam! Ali Murtadlo, Kabar Gembira Indonesia (KGI)
Juru Cerewet!
Rabu 29-07-2020,17:01 WIB
Reporter : Agus Supriyadi
Editor : Agus Supriyadi
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,15:41 WIB
Ledakan Misterius Guncang Masjid di Patrang, Kapolda Jatim Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa
Selasa 17-03-2026,18:39 WIB
Tips Pilih Jam Berangkat Mudik Motor 2026: Mengapa Jam 3 Pagi Lebih Efektif Hindari Macet dan Dehidrasi?
Selasa 17-03-2026,20:20 WIB
Pesta Sound Horeg Tanpa Izin di Jombang Diseret ke Meja Hijau
Selasa 17-03-2026,19:46 WIB
THR Belum Cair Jelang Lebaran 2026? Ini Cara Lapor ke Posko THR Kemnaker Secara Online
Selasa 17-03-2026,15:18 WIB
Imigrasi Surabaya Siap Layani Arus Mudik Lebaran 2026, Kakanwil Ditjenim Jatim Tinjau Kesiapan Petugas
Terkini
Rabu 18-03-2026,14:18 WIB
Kado Lebaran dari Gubernur Khofifah: Naik Trans Jatim Gratis Dua Hari!
Rabu 18-03-2026,14:15 WIB
Polda Jatim Berikan Tips Jitu Hindari Aksi Kejahatan Saat Rumah Ditinggal Mudik
Rabu 18-03-2026,14:12 WIB
Wakapolda Jatim Tinjau Pos Pelayanan Rest Area KM 575A Ngawi
Rabu 18-03-2026,14:08 WIB
Kasus Dugaan Asusila di Good Padel Berakhir Damai, Manajemen Minta Maaf dan Lakukan Evaluasi
Rabu 18-03-2026,14:05 WIB