MEMORANDUM.DISWAY.ID-Manajer Mikel Arteta melontarkan kritik keras terhadap keputusan wasit dalam dua laga terakhir yang dijalani Arsenal.
Ia menilai seharusnya ada kartu merah bagi pemain lawan dalam duel melawan Manchester City dan Newcastle United. Bahkan, Arteta menyebut “dunia akan berbeda” jika keputusan yang tepat diambil.
Arsenal berhasil menjaga posisi puncak klasemen Premier League dengan keunggulan tiga poin setelah menang tipis 1-0 atas Newcastle di Stadion Emirates Stadium, Sabtu.
Gol cepat menit kesembilan dari Eberechi Eze menjadi penentu kemenangan dalam laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
BACA JUGA:Man City ke Final Piala FA Empat Kali Beruntun, Guardiola Tegaskan Treble Masih Jauh
Mini Kidi Wipes.--
Namun, kemenangan tersebut tidak membuat Arteta puas sepenuhnya. Ia mengaku kesal karena kiper Newcastle, Nick Pope, hanya menerima kartu kuning setelah melanggar pemain pengganti Viktor Gyökeres pada menit ke-74.
Meski sempat ditinjau melalui VAR, keputusan wasit Sam Barratt tetap tidak berubah.
Situasi itu mengingatkan Arteta pada pertandingan sebelumnya saat Arsenal kalah 1-2 dari Manchester City.
Dalam laga tersebut, Kai Havertz dilanggar oleh Abdukodir Khusanov saat skor masih imbang 1-1, tetapi wasit Anthony Taylor memilih melanjutkan permainan tanpa memberikan hukuman kartu merah.
“Saya harus mengatakan, menurut saya itu jelas kartu merah,” tegas Arteta terkait pelanggaran Nick Pope.
“Saya sudah menontonnya 10 kali. Jika Anda pernah bermain sepak bola, itu kartu merah. Ini sudah terjadi dua kali dalam dua pertandingan," katanya.
Arteta menilai keputusan-keputusan krusial tersebut bisa berdampak besar terhadap jalannya perburuan gelar juara.
Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--
“Melawan Manchester City ketika Kai Havertz dilanggar saat skor 1-1, gelar juara ada di situ. Itu kartu merah,” ujarnya.
“Inilah margin kecil yang menentukan. Semoga ke depan bisa berubah. Semua orang punya pendapat, dan saya di sini menyampaikan pendapat saya," bebernya.
Pelatih asal Spanyol itu juga menegaskan bahwa dari sudut pandangnya, arah bola dan posisi kiper membuat pelanggaran tersebut seharusnya diganjar kartu merah.
“Jika kejadian itu terjadi sebaliknya, pasti kartu merah,” kata Arteta.
“Saya hanya menyampaikan realitas dari dua pertandingan terakhir di momen krusial. Saat segalanya dipertaruhkan, kami butuh semuanya berjalan sesuai harapan, tetapi itu tidak terjadi," jelasnya.
Meski begitu, Arteta menegaskan komentarnya bukan bentuk alasan atas hasil pertandingan.
“Saya tidak mencari alasan. Saya tidak membicarakannya saat kami kalah. Saya membicarakannya sekarang saat kami menang. Itu kartu merah hari ini dan kartu merah di Manchester dan dunia akan berbeda. Itu saja,” tegasnya.
Di sisi lain, Arsenal juga menghadapi kekhawatiran terkait kondisi dua pemainnya, yakni Kai Havertz dan pencetak gol Eberechi Eze, yang sama-sama meninggalkan lapangan karena masalah otot.
Keduanya masih diragukan tampil pada leg pertama semifinal UEFA Champions League melawan Atlético Madrid yang dijadwalkan berlangsung tengah pekan.
“Mereka mengalami gangguan otot ringan. Kami tidak berpikir itu serius, tetapi kami harus menunggu dan melihat apakah mereka siap untuk hari Rabu,” ujar Arteta.
Kemenangan atas Newcastle menjaga momentum Arsenal di puncak klasemen, namun kontroversi keputusan wasit kembali menjadi sorotan di fase krusial perebutan gelar musim ini.