SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setiap kali kita selesai berbelanja atau menarik uang di ATM, selembar struk kertas biasanya berpindah tangan ke dompet kita. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana ini menyimpan risiko kesehatan yang serius. Kertas termal yang digunakan untuk struk belanja umumnya mengandung bahan kimia pengganggu hormon yang dikenal sebagai Bisphenol.
Selama bertahun-tahun, Bisphenol A (BPA) telah menjadi sorotan karena dampaknya terhadap kesuburan dan risiko kanker. Meski banyak produsen beralih ke Bisphenol S (BPS) sebagai alternatif, data menunjukkan bahwa BPS tidak kalah berbahaya.
BACA JUGA:Manfaat Teh Hijau untuk Jerawat Hormonal, Bantu Redakan Peradangan dan Kontrol Minyak
Mini Kidi Wipes.--
Dilansir dari The Guardian, disebutkan bahwa BPS justru bisa jauh lebih licin dan mudah meresap ke dalam kulit hanya dalam hitungan detik. Zat ini adalah "pengganggu hormon" yang andal; ia bisa meniru estrogen dan mengacaukan sistem metabolisme tubuh kita.
Bahan kimia ini bekerja dengan cara meniru hormon estrogen dalam tubuh manusia.
BACA JUGA:Tips Jaga Kesehatan Mata bagi Pekerja Digital, Cara Kurangi Risiko Mata Lelah
Paparan jangka panjang mengakibatkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme, obesitas, hingga masalah gangguan reproduksi. Dan yang lebih mengerikan, zat ini dapat memicu kanker.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Yang cukup mengejutkan, risiko ini bisa meningkat drastis jika tangan kita dalam keadaan lembap. Penggunaan hand sanitizer atau lotion tepat sebelum memegang struk justru membuka pori-pori kulit lebih lebar, sehingga zat kimia tersebut terserap ke aliran darah sepuluh kali lipat lebih cepat.
Untuk meminimalisir risiko tersebut, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. Cara yang paling aman adalah mulai beralih ke struk digital (e-receipt). Jika memang harus mengambil struk fisik, cobalah untuk menyentuh bagian belakangnya saja dan segera cuci tangan dengan sabun setelahnya. Jangan mencampurkan struk ini ke tempat sampah daur ulang kertas, agar sisa zat kimianya tidak mencemari produk kertas lainnya.
Langkah kecil seperti menolak struk yang tidak perlu bukan hanya soal menjaga dompet tetap rapi, tapi juga investasi sederhana untuk kesehatan hormon di masa depan.