Perkuat Akurasi Data Desa, Pemkab Gresik Canangkan Program Desa Cantik di Kecamatan Manyar

Kamis 16-04-2026,11:55 WIB
Reporter : Achmad Willy Alva Reza
Editor : Fatkhul Aziz

GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - BPS Gresik menerapkan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di wilayah Kecamatan Manyar. Terdapat tiga desa sasaran yang menandatangani piagam pencanangan dan komitmen bersama, pada Rabu 15 April 2026.

Tiga desa tersebut yakni Desa Manyar Sidomukti, Manyar Sidorukun, dan Manyarejo. Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif mengatakan, program itu bertujuan untuk membangun pemahaman bersama terkait kebutuhan data sesuai kondisi masyarakat di tingkat desa.

BACA JUGA:Marak Penipuan Rekrutmen ASN Berbayar, Bupati Yani Tegaskan Pemkab Gresik Tak Buka CPNS 2026


Mini Kidi Wipes.--

Menurutnya, perlu perkuatan tata kelola pemerintahan desa melalui pemanfaatan data yang akurat dan mutakhir. Data yang akurat dinilai memudahkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan dan menentukan langkah pembangunan yang tepat sasaran.

“Terutama penguatan tata kelola data DTSEN, serta pengentasan angka kemiskinan dan pengangguran," kata Alif di Kantor Bupati Gresik. 

BACA JUGA:Tutup Celah Salah Sasaran, Pemkab Gresik Perketat Verifikasi Hibah Daerah hingga Tingkat Desa

Desa Cantik juga dibentuk untuk menghadapi tantangan pengelolaan dan integrasi data yang belum optimal. Agar tetap selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam upaya mencapai sasaran prioritas nasional. 

"Data yang baik juga mampu mengurangi kesenjangan antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tuturnya.

Kepala BPS Gresik Indriya Purwaningsih menyampaikan, program yang sama telah dilakukan sejak tahun 2022. Gresik pernah meraih Desa Cantik Award 7 terbaik nasional melalui Desa Gumeng. Pada tahun 2025, Desa Leran masuk ke dalam 4 besar nasional.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

"Untuk tahun ini kami memilih 3 desa. Sesuai ketentuan BPS RI kami harus menangkap kebutuhan stakeholder. Maka kami wujudkan melalui kolaborasi, baik bersama perguruan tinggi, kawasan industri JIIPE, maupun instansi pemerintah," jelasnya.

Menurut Indri, perlu sinergi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem data dan integrasi program dengan sistem informasi yang ada, untuk mempercepat digitalisasi data. Pihaknya juga akan membina desa untuk mengajarkan metode pengumpulan data secara tepat. 

"Sebagai tindak lanjut dalam rangka pembinaan akan kami lakukan secara intens bersama-sama UMG maupun Dinas Tenaga Kerja. Baik mengenai cara pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data statistik yang akurat," tuntasnya.(rez)

Kategori :