JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan sebesar 1,91 persen ke level 7.642 pada perdagangan Selasa pagi dinilai menjadi bukti meningkatnya kepercayaan investor terhadap reformasi pasar modal yang dilakukan Otoritas Jasa Keuangan, Selasa 14 April 2026.
Tren tersebut menunjukkan respons pasar yang semakin konstruktif di tengah ketidakpastian global.
Mini Kidi Wipes.--
Otoritas Jasa Keuangan menegaskan penguatan IHSG merupakan hasil dari reformasi pasar modal yang tengah dilakukan.
Selain itu, saham domestik kini bergerak menuju transparansi yang lebih tinggi dan selaras dengan standar global.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan sejumlah kebijakan baru telah dirancang untuk menjawab kekhawatiran pelaku pasar.
BACA JUGA:Investasi Rp 497 Triliun Masuk Indonesia Triwulan I 2026 Serap 627 Ribu Tenaga Kerja
Kebijakan tersebut mencakup peningkatan batas minimum free float dari 7,5 persen menjadi 15 persen.
Selain itu, terdapat keterbukaan data pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1 persen serta kewajiban pelaporan Ultimate Beneficial Owner atau UBO.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat integritas dan akuntabilitas pasar modal Indonesia.
Senior Market Chartist Nafan Aji Gusta menilai respons positif pasar tidak lepas dari konsistensi reformasi yang dijalankan.
BACA JUGA:Pertemuan Tahunan OJK Malang Perkuat Harmoni Sektor Keuangan dan Jaga Kepercayaan Publik
Ia mencontohkan keputusan FTSE Russell yang tetap menempatkan Indonesia dalam kategori secondary emerging market sebagai indikator kepercayaan global.
"FTSE Russell masih mempertahankan Indonesia di secondary emerging market sehingga menjadi langkah strategis yang menunjukkan kepercayaan investor global terhadap pasar modal Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan reformasi menjadi faktor krusial untuk meningkatkan transparansi pasar.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Jika kebijakan tersebut diimplementasikan secara berkelanjutan, minat investor global akan semakin kuat.
Ia juga menilai kondisi ini penting untuk menjaga posisi Indonesia tetap berada di level emerging market.
"IHSG sudah mulai mengalami penguatan di tengah ketidakpastian global sehingga menunjukkan respons positif pasar terhadap arah kebijakan yang ada," tambahnya.
Dengan kombinasi reformasi struktural dan respons pasar yang solid, prospek pasar modal Indonesia dinilai semakin menjanjikan di mata investor domestik maupun global. (–)