KARANGANYAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pembudidaya sekaligus pedagang ikan asal Kecamatan Colomadu Dodo mengaku semakin semangat bekerja karena seluruh hasil budi dayanya kini habis terserap oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), Minggu 12 April 2026.
Sebelum program MBG bergulir, ikan jenis gurami, patin, lele, nila, hingga kakap yang dipelihara Dodo hanya terserap sekitar 3 kuintal per hari.
Kini ia mampu menjual hingga 1 ton ikan per minggu, bahkan saat permintaan sedang tinggi angka tersebut bisa terserap hanya dalam waktu satu hari.
"Petani itu sekarang semakin semangat memelihara ikan karena pasti laku," kata Dodo.
Meskipun memberikan keuntungan besar, keberadaan program MBG ini juga memberikan tantangan tersendiri bagi para pembudidaya lokal.
BACA JUGA:Anak Orang Tua Difabel Dapat Pendidikan Gratis dan Fasilitas Lengkap di Sekolah Rakyat
Dodo mengaku sempat kewalahan memenuhi permintaan yang melonjak tajam, terutama karena ia juga harus melayani pelanggan individu yang rutin mengambil ikan.
BACA JUGA:Bukan Evakuasi Hewan Liar, Damkar Gresik Diminta Ambil Drone Nyangkut di Jaring Lapangan
Menurutnya, peningkatan permintaan yang tidak seimbang dengan kapasitas produksi membuat para pedagang akhir-akhir ini mulai kesulitan mencari ikan konsumsi di pasaran.
Mini Kidi Wipes.--
Ia berharap ke depan pemerintah memberikan pembinaan lebih intensif kepada para pembudidaya ikan rumahan untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Selain untuk mencukupi kebutuhan gizi nasional, keterlibatan lebih banyak peternak ikan dinilai akan mempercepat perputaran ekonomi lokal di daerah.
Saat ini Dodo baru mampu menyuplai kebutuhan ikan untuk tiga SPPG, meskipun terkadang ia belum bisa memenuhi seluruh permintaan yang masuk.
"Program MBG ini kelihatan sekali dampak ekonominya, sangat luar biasa, kami selaku pedagang ikan merasakan sekali dampaknya," kata dia.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Dodo juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk terus melanjutkan program MBG karena dampak positifnya turut dirasakan oleh pedagang komoditas lain.
Sektor perdagangan sayur, telur, susu, hingga beras ikut bergerak, termasuk penyerapan tenaga kerja lokal sebagai juru masak dan petugas administrasi di dapur gizi.
Ia menilai perputaran ekonomi di lingkungan sekitar menjadi lebih hidup dan nyata sejak program unggulan pemerintah ini dilaksanakan secara merata.
"Bapak Presiden, saya petani dari Klodran mengucapkan terima kasih, dengan program Bapak ini perputaran ekonomi kami rasakan," pungkasnya.