Gayasan Squad Jember Sulap Limbah Plastik Jadi BBM Alternatif

Minggu 12-04-2026,13:15 WIB
Reporter : Febri Irawan
Editor : Fatkhul Aziz

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Di balik ketenangan Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, Jember, sebuah gerakan perubahan sedang tumbuh. Di tangan sekelompok anak muda yang menamakan diri "Gayasan Squad", limbah plastik yang dulunya dianggap musuh lingkungan, kini disulap menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi masyarakat.

​Langkah ini bukan sekadar gaya-gayaan. Inovasi pembuatan Bahan Bakar Minyak (BBM) alternatif ini lahir dari rasa resah melihat gunungan sampah plastik yang tak kunjung terurai di lingkungan mereka. Alih-alih mengeluh, mereka memilih turun tangan, mengubah masalah menjadi solusi bernilai guna.

BACA JUGA:Menyambung Asa di Pelosok Jember, Kodim 0824/Jember Percepat Pembangunan 15 Jembatan Perintis Garuda


Mini Kidi Wipes.--

​Selama satu tahun terakhir, kelompok ini konsisten mengembangkan metode pengelolaan sampah menjadi energi. Upaya ini menjadi jawaban atas dua persoalan sekaligus: kebersihan lingkungan dan kemandirian energi skala lokal.

​Koordinator Gayasan Squad, Ahmad Syaifuddin, mengisahkan bahwa inisiatif ini bermula dari kondisi nyata di depan mata.

BACA JUGA:Gerakan Ekonomi Rakyat, Gus Fawait Sulap Jalan Kartini Jadi Ikon Baru Jember

​“Kami fokus menyelesaikan masalah sampah di Jember, khususnya di Gayasan. Inisiatifnya sederhana: bagaimana sampah plastik ini minimal bisa dimusnahkan, tapi kalau bisa sekalian diambil manfaatnya,” ujar Ahmad sembari menikmati kopi hangat saat ditemui pada Minggu, 12 April 2026.

​Dalam praktiknya, Gayasan Squad menggunakan metode pirolisis. Sampah plastik dibakar dalam wadah kedap oksigen dengan suhu tinggi untuk menghasilkan uap yang kemudian dikondensasi menjadi cairan.

​“Proses pembakaran memakan waktu sekitar enam jam dengan suhu antara 350 hingga 550 derajat Celsius. Untuk pemanasnya, kami masih menggunakan bahan bakar kayu,” jelas Ahmad dengan nada santai namun antusias.

BACA JUGA:Dengar Suara Rakyat Lewat DPRD, Gus Fawait Siap Sulap Pasar Tradisional Jember Jadi Lebih Nyaman

​Cairan yang dihasilkan berupa minyak mentah, yang kemudian harus melalui proses penyulingan kembali selama satu jam untuk memisahkan jenis-jenis bahan bakar. Ketelitian menjadi kunci dalam tahap ini agar kualitas yang didapat bisa maksimal.

​Hasilnya cukup mencengangkan. Dari tangan-tangan kreatif ini, lahir produk berupa solar, premium, hingga minyak tanah. Bahkan, proses ini menghasilkan gas sebagai produk sampingan.

​“Komposisinya sekitar 60 persen solar, 15 persen premium, 10 persen minyak tanah, dan sisanya gas. Gasnya kami gunakan kembali untuk membantu proses pembakaran di dalam drum, jadi tidak ada yang terbuang sia-sia,” tambah Asep, anggota tim lainnya.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Kategori :