Prabowo Tegaskan Bangsa Besar adalah Bangsa yang Menghormati Budaya

Sabtu 11-04-2026,21:57 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budayanya sendiri dan mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak merasa rendah diri dalam memandang identitas bangsa, Sabtu 11 April 2026.

Prabowo menyampaikan hal tersebut saat membuka Musyawarah Nasional XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) di Jakarta.


Mini Kidi Wipes.--

Ia menilai penghormatan terhadap budaya memiliki pengaruh besar terhadap kekuatan jiwa dan semangat kebangsaan.

Menurutnya, bangsa yang maju dan makmur umumnya memiliki karakter yang kuat dalam menghormati budaya mereka sendiri.

BACA JUGA:Prabowo Soroti Peran Indonesia Kembangkan Pencak Silat di Thailand dan Vietnam

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati budaya sendiri. Bangsa yang besar menghormati orang tuanya, leluhurnya,” ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pandangan tersebut berangkat dari refleksi sejarah bangsa Indonesia yang pada masa lalu sempat mengalami kondisi psikologis rendah diri terhadap budaya luar.

Ia menyebut kondisi tersebut sebagai inferiority complex yang membuat sebagian masyarakat merasa kurang percaya diri terhadap identitas bangsanya sendiri.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Padahal, menurutnya, Indonesia memiliki banyak kekayaan budaya yang unik dan tidak dimiliki oleh negara lain.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bangga terhadap warisan budaya seperti teluk belanga, kopiah, sarung, hingga songket yang menjadi bagian dari identitas bangsa.

“Kita bangga pakai teluk belanga. Kita bangga pakai kopiah. Kita bangga pakai sarung. Kita bangga pakai songket. Ini budaya kita,” jelas Prabowo.

BACA JUGA:Menanti 20 Tahun, Warga Desa Nglembu Boyolali Segera Punya Jembatan Gantung Permanen

Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kebanggaan terhadap budaya sendiri tidak berarti menutup diri dari budaya luar, melainkan tetap menghormati negara lain tanpa kehilangan jati diri bangsa.

“Kita bangga dengan budaya kita sendiri. Kita hormat sama semua negara, tapi kita tidak boleh lupa bangsa kita sendiri,” pungkasnya. 

Kategori :