Darurat Vape Narkotika, Ancaman di Balik Tren Rokok Elektrik
Ilustrasi bahaya narkotika yang diduga menyusup dalam cairan vape rokok elektrik.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Fenomena penggunaan vape yang semakin populer di kalangan anak muda dan pekerja urban kini menghadapi kekhawatiran baru terkait dugaan penyalahgunaan liquid vape yang dicampur zat narkotika, Sabtu 11 April 2026.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran publik dan mendorong wacana pelarangan penggunaan vape oleh pemerintah untuk menekan risiko penyalahgunaan.

Mini Kidi Wipes.--
Keira Alzena (25), seorang customer service bank, mengaku telah menggunakan vape selama satu setengah tahun karena dinilai lebih praktis dan memiliki banyak pilihan rasa dibanding rokok konvensional.
“Lebih ringan dibawa ke mana-mana, rasanya juga banyak pilihan, dan tidak ada sampah seperti abu rokok,” ujar Keira.
BACA JUGA:Gantikan Bong, Pengguna Manfaatkan Vape sebagai Media Hisap Narkotika
Ia mengaku menyadari adanya risiko penyalahgunaan vape termasuk kemungkinan liquid yang disusupi zat narkotika dan menilai wacana pelarangan sebagai langkah yang sah.
“Boleh saja, karena tujuannya baik untuk mengurangi kecanduan. Tapi diharapkan pejabat juga memberi contoh agar masyarakat ikut,” tuturnya.
BACA JUGA:Liquid Vape Bercukai Diklaim Aman, Vape On Tolak Produk Racikan Rumahan
Keira juga menyatakan siap berhenti menggunakan vape jika pelarangan benar-benar diberlakukan dan memilih tidak kembali ke rokok konvensional.
Sementara itu, pengguna vape lainnya Mochamad Khaesar Januar Utomo (35) mengungkapkan dirinya beralih ke vape sejak 2014 untuk menghindari bau rokok yang mengganggu keluarga.

Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Ia menyebut isu liquid vape yang disusupi narkotika sudah lama beredar namun dirinya tetap merasa aman karena membeli produk dari toko resmi dan merek terpercaya.
“Isu itu memang sudah lama ada, tapi saya sendiri belum pernah menemukan. Saya beli di toko resmi, jadi lebih yakin keamanannya,” jelasnya.
Sumber:







