ITS dan BRIDA Kembangkan Mangrove Surabaya Jadi Laboratorium Alam Berbasis Teknologi

Jumat 10-04-2026,20:05 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) bersama BRIDA Kota Surabaya mengembangkan kawasan mangrove menjadi laboratorium alam berbasis teknologi untuk riset dan inovasi lingkungan, Jumat 10 April 2026.

Pengembangan ini ditinjau langsung jajaran pimpinan ITS dan BRIDA di Kebun Raya Mangrove Surabaya yang memiliki luas 34 hektare.


Mini Kidi Wipes.--

Rektor ITS, Bambang Pramujati, menjelaskan konsep living laboratory memungkinkan mahasiswa dan peneliti menguji inovasi secara langsung di lapangan.

"Beberapa petak sudah dimanfaatkan untuk pengujian sensor berbasis IoT hingga riset benih padi yang mampu beradaptasi di lahan mangrove," ujarnya.

Selain itu, pengembangan kawasan juga melibatkan kolaborasi lintas disiplin untuk mendukung riset biodiversitas dan perencanaan kawasan.

BACA JUGA:WFH Hari Pertama, Pemkot Surabaya Pantau Ketat Lokasi ASN Lewat Aplikasi Kantorku

Departemen Biologi ITS akan mengkaji konservasi spesies, sementara bidang perencanaan wilayah dan arsitektur merancang kawasan agar edukatif dan menarik bagi wisatawan.

ITS juga mendorong penggunaan transportasi ramah lingkungan untuk menjaga ekosistem mangrove.

"Ke depan, kita dorong penggunaan kapal tenaga surya dan motor listrik agar lebih senyap dan tidak merusak ekosistem," tambahnya.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Kepala BRIDA Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menyambut positif kolaborasi tersebut dan berharap dapat segera diterapkan untuk pemberdayaan masyarakat pesisir.

"Nantinya kawasan ini tidak hanya menjadi pusat edukasi, tapi juga mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir," ujarnya.

Pengembangan ini diharapkan menjadi model pengelolaan konservasi berbasis teknologi yang mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (Ain)

Kategori :