SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemilik anabul (anak berbulu) sering kali merasa bingung saat melihat peliharaan mereka meninggalkan sisa makanan di mangkuk. Meskipun makanan tersebut adalah jenis favorit mereka, kucing kerap kali menyisakannya.
Banyak yang mengira hal ini disebabkan karena rasa kenyang atau sifat "pemilih" kucing. Namun, sebuah tim peneliti dari Universitas Iwate, Jepang, baru-baru ini menemukan bahwa perilaku unik ini ternyata sangat dipengaruhi oleh faktor aroma.
BACA JUGA:Piton 4 Meter Masuk Permukiman Warga Dukuh Pakis Surabaya Memangsa Kucing
Mini Kidi Wipes.--
Dilansir dari The Japan Times, penelitian yang dipimpin oleh Profesor Masao Miyazaki mengungkapkan bahwa nafsu makan kucing cenderung menurun drastis setelah mereka terus-menerus mencium aroma makanan yang sama.
Fenomena psikologis dan biologis ini dikenal sebagai kebosanan sensorik terhadap bau. Hal ini menjelaskan mengapa kucing sering berhenti makan bukan karena perutnya penuh, melainkan karena indra penciumannya sudah merasa jenuh.
BACA JUGA:Solusi Mudik Tenang, Jasa Cat Sitter dan Penitipan Kucing di Surabaya Banjir Order Jelang Lebaran
Dalam studi yang berlangsung antara Januari 2023 hingga Februari 2026, tim melibatkan 12 ekor kucing sehat dari berbagai ras dengan rentang usia 3 hingga 15 tahun. Prosedur penelitian dilakukan dengan metode yang ketat:
- Kucing dipuasakan selama 16 jam untuk memastikan rasa lapar yang objektif.
- Kucing diberikan akses makanan selama 10 menit, diikuti dengan jeda istirahat 10 menit.
- Siklus pemberian makan ini diulang sebanyak enam kali berturut-turut.
BACA JUGA:Dilema Lepas Kucing di Luar Rumah: Kebebasan atau Malah Berbahaya?
Hasilnya sangat menarik; kucing mengonsumsi porsi yang semakin sedikit pada setiap sesi pemberian makanan yang sama. Namun, saat peneliti memperkenalkan aroma makanan baru, nafsu makan mereka kembali meningkat secara signifikan, meskipun jenis makanan yang diberikan sebenarnya tidak berubah sama sekali.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal internasional Physiology & Behavior ini memberikan pandangan baru bagi para pecinta hewan. Penemuan ini membuktikan bahwa kucing adalah hewan yang sangat mengandalkan hidung mereka untuk menentukan keinginan makan.