ITS Kembangkan BBM dari Sawit, Lebih Efisien dan Rendah Emisi

Kamis 09-04-2026,08:59 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Muhammad Ridho

Pengembangan ini sejalan dengan target global dalam Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin energi bersih dan konsumsi bertanggung jawab.

Saat ini, teknologi tersebut telah diuji pada mesin pertanian yang dinilai lebih fleksibel untuk penggunaan bahan bakar alternatif.

"Mesin pertanian kami pilih karena lebih terbuka terhadap modifikasi. Harapannya, petani bisa lebih mandiri dan tidak tergantung pada bensin berbasis minyak bumi," pungkas Hosta.

BACA JUGA:Efektivitas Parkir Non-Tunai di Surabaya, Pakar ITS: Antara Tangan Besi Pemkot dan Tantangan Jukir Nakal

Sementara itu, Rektor ITS, Bambang Pramujati menilai inovasi ini menjadi peluang strategis bagi Indonesia di tengah ketidakpastian geopolitik global dan ancaman krisis energi.

"Ini adalah momentum bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian energi. Inovasi seperti ini bisa menjadi solusi nyata mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil," ucapnya. 

Ia juga menyinggung kondisi global yang turut memengaruhi pasokan energi. “Situasi geopolitik dunia, terutama konflik di Timur Tengah, memberi tekanan besar pada ketersediaan BBM. Karena itu, inovasi energi alternatif menjadi sangat penting,” imbuhnya.

 

Dukungan juga datang dari Direktur Riset ITS, Fadlilatul Taufany, yang menyebut pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk mendorong uji coba sebagai proyek nasional.

"Minimal inovasi ini bisa mengurangi beban ketergantungan Indonesia terhadap ekspor-impor energi," tegas Fadlilatul.

Jika berhasil dikembangkan secara massal, bensin sawit ini tak hanya menjadi solusi energi berkelanjutan, tetapi juga berpotensi menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. (Ain)

Tags :
Kategori :

Terkait