B50 Berlaku 1 Juli 2026, Subsidi Bisa Hemat Hingga Rp 48 Triliun

Rabu 08-04-2026,22:28 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah akan menerapkan biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 untuk menghemat subsidi hingga Rp 48 triliun dan menekan impor BBM sekitar 4 juta kiloliter per tahun, Rabu 8 April 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan kebijakan B50 merupakan campuran 50 persen bahan bakar nabati dengan 50 persen solar.


Mini Kidi Wipes.--

Kebijakan ini diproyeksikan mampu menghemat subsidi serta mendukung ketahanan energi nasional.

Selain itu pemerintah tengah mencari solusi pengganti bahan bakar fosil yang lebih ramah lingkungan.

“Dalam satu tahun bahkan dalam enam bulan saja sudah ada penghematan dari penggunaan bahan bakar fosil dan juga penghematan subsidi dari biodiesel yang diperkirakan mencapai Rp 48 triliun,” ujar Airlangga, Rabu 8 April 2026.

BACA JUGA:Prabowo Tegaskan Subsidi BBM untuk 80 Persen Rakyat Kecil Tetap Dipertahankan

Sementara itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia menyampaikan tahap uji coba B50 hampir selesai dan siap diimplementasikan sesuai rencana.

“B50 sudah hampir enam bulan kita uji coba pada berbagai peralatan seperti alat berat, kapal, kereta api, dan truk. Uji coba masih terus berjalan tetapi sebentar lagi akan final. Hingga hari ini hasilnya cukup baik. Mulai 1 Juli B50 akan diterapkan,” kata Bahlil.

BACA JUGA:Pastikan Stok Aman, Polsek Lakarsantri Gelar Sidak Elpiji Subsidi dan Sembako

Ia menegaskan pemerintah optimistis implementasi B50 akan memberikan dampak positif termasuk potensi surplus solar.

Hal ini didukung dengan beroperasinya proyek kilang RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Saya juga menyampaikan bahwa dengan implementasi B50 InsyaAllah tahun ini kita akan mengalami surplus solar. Ini menjadi kabar baik setelah RDMP di Kalimantan Timur beroperasi,” tambahnya.

BACA JUGA:Ekonom Ubaya Sebut Subsidi Tepat Sasaran Penghematan BBM Jaga Daya Beli Masyarakat

Berdasarkan pengujian lapangan bahan bakar B50 telah memenuhi spesifikasi teknis yang disepakati para pemangku kepentingan.

Parameter tersebut meliputi kandungan air, stabilitas oksidasi, serta kandungan FAME.

Kesiapan ini menegaskan B50 siap diterapkan terutama pada sektor nonotomotif seperti pertambangan.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Pengembangan B50 merupakan kelanjutan dari implementasi biodiesel B40 secara nasional sejak awal 2025.

Program ini menempatkan Indonesia sebagai pionir dalam pemanfaatan bahan bakar nabati skala besar serta memberikan manfaat berupa pengurangan emisi gas rumah kaca, penghematan devisa, dan peningkatan serapan minyak sawit domestik. (–)

Kategori :