JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Bupati Jember Muhammad Fawait memanfaatkan program Bunga Desaku untuk menyerap aspirasi warga secara langsung di Desa Lampeji, Kecamatan Mumbulsari, Senin 6 April 2026.
Kegiatan yang digelar di Balai Desa Lampeji tersebut dihadiri pengurus RT/RW, kader posyandu, hingga ibu-ibu PKK yang menyampaikan berbagai persoalan di lingkungan masing-masing.
Mini Kidi Wipes.--
Dalam dialog terbuka, warga menyampaikan sejumlah persoalan mulai dari infrastruktur jalan, akses jembatan menuju area bandara, hingga program sertifikasi tanah (PTSL) dan kesejahteraan perangkat desa.
Perwakilan warga, Amiruddin, menyampaikan bahwa akses jalan dan jembatan menjadi kebutuhan vital bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Kereta Api Masih Jadi Primadona, 46 Ribu Penumpang Padati Daop 9 Jember Selama Libur Panjang
“Akses bandara itu vital. Jika jalannya baik, ekonomi warga ikut terangkat,” ujarnya.
Ia juga berharap program sertifikasi tanah dapat menyesuaikan kondisi di lapangan agar tidak menyulitkan masyarakat. Selain itu, pemerataan bantuan ekonomi seperti program Gerobak Cinta juga menjadi sorotan warga.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menyampaikan permohonan maaf terkait keterlambatan insentif bagi RT/RW dan kader posyandu.
BACA JUGA:Satu Dekade Tanpa Cela, Dua Personel Polres Jember Terima Kado Kenaikan Pangkat Jelang Purna Tugas
“Jika ada keterlambatan insentif, kami mohon maaf. Kesejahteraan masyarakat menjadi prioritas kami,” katanya.
Ia menegaskan bahwa program Bunga Desaku menjadi sarana untuk mengetahui langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kebijakan pembangunan tidak hanya berbasis laporan, tetapi sesuai kondisi di lapangan.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
“Suara masyarakat harus menjadi dasar pembangunan. RT, RW, dan kader adalah ujung tombak yang memahami kondisi riil di lapangan,” tegasnya.