SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Setelah lama dikenal lewat waralaba besar seperti Resident Evil, Monster Hunter, dan Devil May Cry, Capcom kini melangkah ke arah baru lewat PRAGMATA, sebuah gim fiksi ilmiah misterius yang langsung mencuri perhatian sejak pengumuman perdananya.
Gim ini pertama kali mencuri perhatian sejak pengumumannya beberapa tahun lalu berkat visual futuristis, atmosfer sepi yang mencekam, dan konsep petualangan luar angkasa yang tidak biasa.
Setelah sempat lama menghilang dari radar, kini PRAGMATA kembali dengan arah yang jauh lebih jelas: sebuah gim aksi-petualangan fiksi ilmiah yang memadukan tembak-menembak dengan perspektif orang ketiga, strategi real-time, eksplorasi, serta sistem hacking unik.
BACA JUGA:Xbox Partner Preview Maret 2026 Banjir Pengumuman Gim Baru dan Kejutan Game Pass
Mini Kidi Wipes.--
Dari kesan awal, gim ini terasa seperti pertemuan antara nuansa kesepian luar angkasa ala Interstellar, ketegangan AI liar seperti 2001: A Space Odyssey, dan gameplay taktis khas Capcom yang dikenal responsif. Bukan sekadar mengandalkan ledakan dan visual megah, PRAGMATA tampaknya ingin menawarkan pengalaman bermain yang mengajak pemain berpikir cepat di tengah tekanan pertempuran.
Capcom sendiri adalah nama besar yang tidak perlu diragukan lagi di industri gim. Perusahaan asal Jepang ini telah lama dikenal sebagai salah satu pionir dalam menciptakan pengalaman aksi berkualitas tinggi, mulai dari horor survival, pertarungan, hingga action stylish. Melalui PRAGMATA, Capcom terlihat sedang mencoba keluar dari zona nyaman waralaba lama dan membangun merek baru jangka panjang yang berpotensi menjadi ikon baru mereka.
Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--
Bahkan dalam pernyataan resminya, Capcom menegaskan bahwa proyek ini memang dirancang sebagai IP original untuk mendukung pertumbuhan perusahaan ke depan. Menariknya, gim ini dikembangkan menggunakan RE Engine, mesin internal Capcom yang sebelumnya sukses menghidupkan seri-seri besar seperti Resident Evil 4 remake dan Dragon's Dogma 2. Hal ini memberi harapan besar bahwa kualitas visual, animasi, serta performa gameplay akan berada di level tinggi.
BACA JUGA:Pemerintah Cairkan Bonus Atlet ASEAN Para Games, Medali Emas Dapat Rp1 Miliar
Secara premis, PRAGMATA mengambil latar masa depan dekat di sebuah stasiun penelitian di bulan. Cerita berfokus pada dua tokoh utama: Hugh, seorang penjelajah luar angkasa dengan setelan tempur canggih, dan Diana, android perempuan yang tampak seperti anak kecil namun memiliki kemampuan hacking luar biasa.
Keduanya bertemu di tengah fasilitas bulan yang tampaknya kosong, sebelum menyadari bahwa seluruh area telah berada di bawah kendali AI bermusuhan yang mengubah robot-robot fasilitas menjadi ancaman mematikan.
Premis ini sederhana, tetapi justru membuka banyak potensi naratif. Hubungan antara Hugh dan Diana berpotensi menjadi pusat emosional cerita, terutama karena keduanya berasal dari “dunia” yang berbeda: satu manusia, satu mesin. Perjalanan mereka kembali ke Bumi kemungkinan besar bukan hanya soal bertahan hidup, tetapi juga tentang kepercayaan, identitas, dan batas antara manusia dengan kecerdasan buatan.
BACA JUGA:Bonus ASEAN Para Games Cair, Pemerintah Siapkan Pendampingan Literasi Keuangan bagi Atlet
Atmosfer yang diperlihatkan sejauh ini juga sangat menjanjikan. Koridor dingin stasiun bulan, pencahayaan redup, dan desain robot AI yang aneh menciptakan nuansa misteri yang kuat, bahkan sedikit menyentuh area psychological sci-fi horror.