BOYOLALI, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali, kehidupan petani perlahan berubah.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Yusron Soleh (30), petani muda asal Dusun Pasah, Desa Senden.
BACA JUGA:Berkah MBG, Kelompok Tani Wanita di Karanganyar Lebih Mudah Salurkan Panen Sayuran
Mini Kidi Wipes.--
Sejak kecil, Yusron telah akrab dengan dunia pertanian, mengikuti jejak keluarganya yang lebih dulu menggantungkan hidup dari tanah.
Setiap hari, Yusron mengelola lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Tomat menjadi komoditas utama, namun ia juga menanam brokoli, selada, sawi sendok, hingga pakcoy.
BACA JUGA:Papan Tulis Interaktif Disorot Dunia, Indonesia Bertransformasi ke Pendidikan Digital Modern
Gempur Rokok Ilegal -----
Hasil panennya biasa ia jual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut.
Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Yusron merasakan perubahan signifikan. Program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto disebutnya membawa dampak langsung terhadap peningkatan penjualan hasil pertanian.
“Iya, berpengaruh. Untuk penjualannya sangat tinggi sekarang,” ujar Yusron saat ditemui di lahan pertaniannya, ditulis Sabtu, 4 April 2026.
BACA JUGA:Inovatif! Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan Banjir Aceh-Sumut Jadi Material Huntara Warga
Menurutnya, permintaan sayuran meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG. Ia kini lebih sering memasok pakcoy dan selada, yang permintaannya terus naik. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang lebih baik dibanding sebelumnya.
“Iya, harganya bagus. Ekonominya bisa naik,” katanya singkat.
Peningkatan tersebut bukan hanya dirasakan pada volume penjualan, tetapi juga pada stabilitas pendapatan.