GRESIK, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pemkab Gresik berupaya memperkuat kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui forum Rembuk Akur Menuju Gresik Maju yang digelar di Kantor Bupati Gresik, Kamis 2 April 2026.
Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif menyebut, forum tersebut menjadi ruang konsolidasi lintas pihak untuk menyamakan standar dan memperkuat sinergi pelaksanaan program di lapangan.
BACA JUGA:Pemkab Gresik Terapkan WFH Tiap Jumat untuk Efisiensi Energi dan APBD
Mini Kidi Wipes.--
Pihaknya juga menegaskan bahwa Rembuk Akur dirancang sebagai forum diskusi dua arah yang terbuka. Tujuannya yakni untuk memastikan kesamaan pemahaman terhadap arah dan standar pelaksanaan MBG.
“Ini bukan sekadar forum penyampaian, tapi ruang bersama untuk menyamakan persepsi. Pemerintah daerah, mitra, SPPG, hingga pengawas harus berada dalam satu frekuensi,” ujarnya.
BACA JUGA:Tingkatkan Akurasi Bansos, Mensos Gus Ipul Ajak Pemkab Gresik Perbarui DTSEN Secara Faktual
“Ini menjadi ruang interaksi dan kerja sama agar program MBG bisa berjalan dengan baik dan dipahami masyarakat secara utuh,” imbuhnya.
Pemkab Gresik telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) MBG yang berperan dalam pengawasan dan pengendalian pelaksanaan di lapangan. Satgas juga diberi wewenang memberi rekomendasi kepada Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap dapur yang tidak memenuhi standar.
“Kalau sudah sesuai, kita apresiasi. Tapi kalau tidak, bisa kita rekomendasikan untuk evaluasi bahkan penutupan. Ini bagian dari komitmen menjaga standar,” tegasnya.
Gempur Rokok Ilegal -----
Tercatat, sekitar 132 dapur MBG dibangun di Gresik, dengan 112 dapur telah beroperasi dan sisanya dalam tahap persiapan. Alif pun menekankan, bahwa pelaksanaan MBG kini difokuakan pada penguatan kualitas secara menyeluruh.
“Tidak hanya jumlah dapur, tapi kualitas makanan, tata kelola keuangan, hingga manajemen operasional. Ini uang negara, sehingga harus dikelola secara akuntabel dan sesuai aturan,” tuturnya.
Sejumlah standar utama yang ditekankan yakni meliputi kepatuhan terhadap harga bahan pangan, pemenuhan standar gizi, higienitas dan keamanan pangan, hingga pengelolaan limbah.
BACA JUGA:230 PNS Pemkab Gresik Purna-Tugas di Tahun 2026, Dibekali Keterampilan Hadapi Masa Pensiun