Pemerintah Bentuk Tim Hitung Dampak Kerusakan Gempa Sulut dan Malut

Kamis 02-04-2026,19:33 WIB
Reporter : Achmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kepala BNPB, Suharyanto memastikan pemerintah membentuk tim khusus untuk menghitung dampak kerusakan gempa magnitudo 7,6 di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, Kamis 2 April 2026.

Pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti dampak gempa dengan melakukan verifikasi serta pendataan kerusakan secara menyeluruh.


Mini Kidi Wipes.--

“Hari ini baru terkumpul sebagian. Semakin hari, semakin waktunya berjalan, ini semakin lengkap dan semakin sempurna,” kata Suharyanto.

Selain itu, BNPB membentuk tim assessment dan meminta seluruh jajaran di daerah segera menjangkau masyarakat terdampak.

BACA JUGA:Gempa Sulut dan Malut, Prabowo Minta Prioritaskan Penyelamatan Warga

BNPB juga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.

Ia memerintahkan kepala pelaksana BPBD provinsi dan kabupaten atau kota bersama TNI serta Polri segera mendatangi masyarakat.

BACA JUGA:Respons Cepat TNI Tangani Dampak Gempa M 7,6 Sulawesi Utara

“Di sisi lain, apabila ada masyarakat terdampak yang mendapat kesusahan atau asetnya atau rumahnya rusak, segera bisa dilaporkan dan dilakukan penggantian,” ujarnya.

Upaya pencarian dan pertolongan juga disiapkan menyusul adanya laporan korban jiwa dan potensi korban lain yang masih perlu dievakuasi.

Suharyanto menegaskan pemerintah pusat akan segera turun langsung ke lokasi terdampak untuk memastikan penanganan berjalan optimal.


Gempur Rokok Ilegal -----

“Sesuai petunjuk Bapak Presiden lewat Sekretaris Kabinet, kami tim gabungan dari pusat di bawah koordinasi BNPB ini akan segera hadir, baik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara,” tegas dia.

Setibanya di lokasi, tim gabungan akan melakukan rapat lanjutan untuk merumuskan langkah penanganan yang lebih rinci.

“Ini adalah rapat awal nanti sesampainya kami disana kita akan rapat lebih rinci dan detail untuk membahas, untuk menemukan dan untuk menyelesaikan segala permasalahan penanggulan bencana yang ada di daerah,” kata Suharyanto. 

Kategori :