158 Hektar Sawah Terendam Banjir, Petani Rejoso dan Winongan Cemas

Jumat 27-03-2026,15:55 WIB
Reporter : Muhamad Hidayat
Editor : Fatkhul Aziz

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Sektor pertanian di Kabupaten Pasuruan sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrem yang melanda dalam dua pekan terakhir memicu banjir di ratusan hektar lahan persawahan produktif, terutama di wilayah timur kabupaten.

Berdasarkan data periode 16 - 27 Maret 2026, luapan air dilaporkan merendam tanaman padi yang tengah dalam masa pertumbuhan. 

BACA JUGA:Banjir Pasuruan Rendam 6.650 KK di 11 Kecamatan, Rejoso dan Beji Terparah


Mini Kidi Wipes.--

Kondisi paling kritis terjadi di Kecamatan Rejoso, di mana tujuh desa penyangga pangan terdampak cukup parah. 

Para petani kini dilanda kecemasan karena tanaman padi varietas Inpari milik mereka rata-rata masih berusia 20 hingga 80 hari masa yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat genangan air.

BACA JUGA:Khofifah Tinjau Banjir Rejoso Pasuruan dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Ainur Alfiyah, mengonfirmasi bahwa tim lapangan telah diterjunkan untuk mendata kerusakan akibat perubahan iklim ini.

“Laporan terbaru mencatat sebanyak 158 hektar lahan padi terendam banjir di dua kecamatan, yakni Winongan dan Rejoso,” ujar Ainur Alfiyah, pada Jumat 27 Maret 2026.

Sementara itu, di Kecamatan Winongan, luapan air terpantau merendam 2 hektar sawah di Desa Prodo. Meski skalanya lebih kecil, petugas tetap memberikan perhatian serius guna menjaga sirkulasi air agar akar padi tidak membusuk.

BACA JUGA:Pascabanjir, Dua Jalan Masuk Menuju Dusun Beji – Ketiron Rusak Parah

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bergerak cepat melakukan mitigasi untuk mencegah terjadinya puso atau gagal panen total. 

Hingga saat ini, langkah teknis penanganan telah dilakukan pada 83 hektar lahan untuk meminimalisir kerugian petani. "Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan lahan yang rusak permanen atau mati total. Kami fokus memastikan air segera surut," tambahnya.


Gempur Rokok Ilegal -----

Petugas penyuluh pertanian kini terus memantau titik-titik koordinat banjir secara berkala. Koordinasi dengan kelompok tani juga diperketat, mengingat fluktuasi cuaca masih berpotensi menimbulkan banjir susulan yang bisa memperparah kondisi.

Kategori :