SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Aktivitas pelayanan publik di Kelurahan Simomulyo, Kecamatan Sukomanunggal, Surabaya, kembali berdenyut normal pasca-libur panjang Lebaran 1447 H. Sejak Kamis 26 Maret 2026 pagi, kantor kelurahan sudah mulai didatangi warga yang hendak mengurus berbagai keperluan administratif kependudukan.
Lurah Simomulyo, Fendy Ardiani Pradhana, memastikan bahwa seluruh jajarannya telah bersiaga di pos masing-masing untuk memberikan pelayanan maksimal. Kehadiran personel mencapai hampir 100 persen, sehingga dipastikan tidak ada kendala teknis dalam melayani kebutuhan masyarakat.
BACA JUGA:Tertibkan Adminduk, Polsek Wiyung Dampingi Kelurahan Balas Klumprik Sisir Rumah Kos
Mini Kidi Wipes.--
"Ada 14 personel yang hadir memberikan pelayanan hari ini. Secara keseluruhan, aktivitas pelayanan sudah berjalan normal dan lancar sejak pagi hari," ujar Fendy Ardiani Pradhana.
Satu hal yang menarik, meski baru saja melewati masa libur panjang, tidak ditemukan adanya penumpukan berkas atau permohonan warga yang terbengkalai. Fendy menjelaskan bahwa manajemen kerja yang diterapkan sebelum libur menjadi kunci kelancaran layanan hari ini.
BACA JUGA:Wujudkan Lingkungan Aman dan Sehat, Kelurahan Tambak Wedi Gencarkan Gerakan Indonesia ASRI
"Pelayanan tidak ada yang tertunda. Semua urusan masyarakat sudah terselesaikan dengan tuntas pada Selasa, 17 Maret lalu, tepat sebelum masa libur dimulai. Jadi hari ini kita benar-benar memulai lembaran baru tanpa beban tunggakan," tambahnya.
Guna mengantisipasi lonjakan akses pada sistem kependudukan pusat, pihak Kelurahan Simomulyo telah berkoordinasi intensif dengan Disdukcapil Kota Surabaya. Kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrastruktur jaringan telah dimitigasi sejak jauh hari untuk menghindari kendala teknis yang sering terjadi pasca-libur panjang.
Gempur Rokok Ilegal -----
Selain layanan tatap muka, Kelurahan Simomulyo juga terus mengedukasi warga untuk memanfaatkan inovasi digital melalui platform Klampid New Generation (KNG).
"Kami selalu mendorong masyarakat untuk menggunakan layanan mandiri melalui KNG. Ini bukan hanya soal efektivitas dan efisiensi, tapi juga langkah strategis untuk memecah kerumunan fisik di kantor. Warga bisa mengurus dokumen dari rumah dengan lebih cepat dan nyaman," pungkas Fendy.(yat)