PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah Kabupaten Pasuruan tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan fisik dan banjir. Lebih dari itu. Dampak yang ditimbulkan memicu ancaman kesehatan serius. Salah satu yang menjadi perhatian utama saat ini adalah munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD).
Merespons adanya temuan kasus DBD di Dusun Curah Wuluh Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pasuruan bergerak dengan sigap.
BACA JUGA:Waspada DBD Februari, Kenali Gejala Awal dan Bedanya dengan Flu
Mini Kidi Wipes.--
Petugas bekerjasama dengan Puskesmas Grati untuk melakukan pengasapan atau fogging massal pada Rabu 25 Maret 2026 siang.
Aksi tanggap darurat ini dimulai pukul 11.00 WIB, menyasar area perkampungan atau pemukiman di wilayah RT 02 RW 07.
BACA JUGA:JKN Jadi Penopang Ketenangan Warga Madiun, Peserta Rawat Inap DBD Tak Khawatir Biaya
Petugas menyisir rumah-rumah warga, termasuk kediaman Herman yang menjadi salah satu titik fokus, serta halaman di sekitarnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menjelaskan, fogging ini dilakukan sebagai langkah sterilisasi untuk memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti.
"Kami melakukan pengasapan dengan radius 200 meter dari titik rumah warga yang terdampak. Ini merupakan langkah preventif agar penyebaran DBD tidak meluas ke area lain di Desa Karanglo," ujar Sugeng Hariyadi.
Gempur Rokok Ilegal -----
Selain melakukan fogging, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
Warga diminta secara mandiri melakukan gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang barang bekas). Hal ini guna memastikan tidak ada sarang nyamuk di lingkungan masing-masing, mengingat genangan air sering muncul setelah hujan deras.(kd/mh)