Mengenal Lebaran Ketupat, Tradisi Unik Seminggu setelah Idulfitri

Selasa 24-03-2026,17:08 WIB
Reporter : Mg/Adiybah Fawziyyah
Editor : Ferry Ardi Setiawan

Hal ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi bagi umat Muslim yang menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari setelah Idulfitri.

BACA JUGA:Malam Takbiran Lebih Tenang Tanpa Konvoi dan Petasan, Lebaran Jadi Lebih Bermakna

Setiap daerah di Jawa memiliki cara berbeda dalam merayakan Kupatan, di antaranya:

- Kenduri: warga membawa ketupat, lepet, dan sayur lodeh ke masjid atau musala untuk didoakan bersama oleh sesepuh atau kiai

- Makan bersama: sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur

BACA JUGA:Lebaran dan Salam Tempel Jadi Momen Ajarkan Anak Kelola Uang dan Tanggung Jawab

Selain ketupat, terdapat juga lepet (berbahan dasar ketan) yang memiliki filosofi “silep kang rapet” (menyimpan yang rapat). Artinya, setelah saling memaafkan, kesalahan tidak lagi diungkit dan disimpan dengan baik.


Gempur Rokok Ilegal -----

Kupatan menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarumat Muslim.

BACA JUGA:10 Lagu Ikonik untuk Meriahkan Idulfitri, Cocok Jadi Backsound Foto & Video Lebaran

Tradisi ini sarat dengan nilai kerendahan hati, saling memaafkan, dan berbagi kepada sesama. (Mg/Adiybah Fawziyyah)

Kategori :