SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Malam lebaran identik dengan lantunan takbir yang bergema dari masjid, langgar, hingga rumah rumah umat muslim.
BACA JUGA:Kapolres Jember Izinkan Sound Horeg saat Takbiran, Tapi Haram Dibawa Keliling!
Ucapan "Allahu Akbar" yang terus dikumandangkan bukan hanya sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi wujud pengagungan kepada Allah yang lahir dari hati penuh rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan.
Mini Kidi Wipes.--
Takbir juga dimaknai sebagai simbol kemenangan, bukan kemenangan dalam sifat manusiawi tapi keberhasilan dalam mengendalikan hawa nafsu dan memperkuat iman.
Setiap lantunan takbir menjadi pengingat kepada Allah. Tidak hanya itu, lantunan takbir juga mengandung makna mendalam lain yakni:
Refleksi Diri
Lantunan takbir yang terdengar luas mengajak umat muslim untuk melakukan introspeksi diri. Setelah menjalani proses pembinaan diri selama Ramadan, momen ini menjadi kesempatan untuk menilai perubahan dalam diri dan kembali pada keadaan suci (fitrah) dengan tekad menjalani kehidupan yang lebih baik.
BACA JUGA:Takbiran Berbarengan Nyepi, Ini Panduan dari Kemenag untuk Umat Islam di Bali
Syiar Islam dan Tradisi
Takbiran juga berfungsi sebagai bentuk syiar Islam yang menandai berakhirnya Ramadan dan datangnya Idulfitri. Selain itu, tradisi yang menyertai takbiran, seperti berkumpul dan merayakan bersama, turut mempererat hubungan sosial dan menumbuhkan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.
Pengagungan Allah
Takbir menjadi pernyataan keimanan bahwa Allah adalah Yang Maha Besar dan berkuasa atas segala sesuatu. Saat melafalkan “Allahu Akbar” seorang muslim menempatkan Allah di atas segala hal baik urusan dunia maupun kepentingan pribadi.
Hal ini sekaligus menjadi pengingat untuk menyingkirkan kesombongan dan menyadari keterbatasan diri sebagai manusia.