"Selain itu, pola pengaturan lalu lintas juga disesuaikan dengan waktu kepadatan kendaraan. Pada jam sibuk pagi hari, prioritas diberikan pada arus kendaraan yang masuk ke Kota Surabaya, mulai dari Bundaran Waru menuju Jalan Darmo, Kertajaya hingga Urip Sumoharjo,” terangnya.
Menariknya, mayoritas persimpangan di Surabaya kini telah dilengkapi teknologi smart traffic light. Sistem ini mampu mendeteksi volume kendaraan secara otomatis dan menyesuaikan durasi lampu merah-hijau. Namun, jika antrean sudah melebihi batas toleransi, petugas di pusat kendali akan mengambil alih secara manual.
BACA JUGA:Tekan Kebocoran PAD, Dishub Segera Luncurkan Voucher Parkir Suroboyo
“Meski demikian, pengawasan tetap dilakukan oleh petugas secara langsung. Jika antrean kendaraan melebihi batas tertentu, petugas akan melakukan intervensi manual untuk menyesuaikan pengaturan lalu lintas,” imbuhnya.
Trio pun meminta masyarakat untuk maklum jika merasa durasi lampu lalu lintas di beberapa titik terasa lebih cepat atau lebih lama dari biasanya.
"Pengaturan tersebut adalah strategi pengendalian arus agar lalu lintas, khususnya pada jam pulang kerja menjelang berbuka, tetap bisa bergerak," pungkasnya. (alf)