Ribuan Umat Hindu Gelar Upacara Melasti di Pantai Kenjeran Surabaya

Sabtu 14-03-2026,16:05 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ribuan umat Hindu di Kota Surabaya melaksanakan upacara Melasti di kawasan Pantai Kenjeran sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, Sabtu 14 Maret 2026.


Mini Kidi Wipes.--

Ritual sakral tersebut digelar di sisi utara Taman Hiburan Pantai Kenjeran dengan diikuti umat Hindu dari berbagai wilayah di Kota Pahlawan.

Prosesi diawali dengan arak-arakan pratima yang merupakan simbol suci stana Tuhan dari pura menuju bibir pantai.

BACA JUGA:Warga Kenjeran Serbu Pasar Murah di Kantor Kelurahan, Sediakan Stok Bahan Pokok dengan Harga Terjangkau

Langkah khidmat para umat yang berjalan melewati permukiman warga menjadi potret harmoni kehidupan beragama di Surabaya.

Setibanya di tepi laut, umat Hindu memanjatkan doa bersama yang dipandu oleh Ida Pandita.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya Tundjung Iswandaru yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa Melasti memiliki makna penting bagi umat Hindu.


Gempur Rokok Ilegal.--

"Melalui upacara ini, umat Hindu memohon penyucian lahir dan batin. Harapannya, kita semua memasuki Tahun Baru Saka dengan hati bersih dan semangat kebersamaan yang lebih kuat," ujarnya.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Surabaya terus berkomitmen menjaga ruang keberagaman bagi seluruh masyarakat.

Menurutnya, kekuatan Surabaya terletak pada kemampuannya merawat toleransi di tengah perbedaan budaya dan keyakinan.

BACA JUGA:Puluhan Ribu Warga Surabaya Kerja Bakti Massal di Pantai Kenjeran

"Surabaya adalah rumah bagi semua. Nilai persatuan ini adalah kekuatan yang harus terus kita rawat bersama," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Surabaya Ketut Gotra Astika menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Surabaya terhadap pelaksanaan ibadah tersebut.

Menurutnya, fasilitas dan pengamanan yang diberikan membuat seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan dengan khusyuk.

"Setelah doa di pantai selesai, umat kembali ke pura. Prosesi ini juga bermakna menebar energi kesucian bagi lingkungan yang dilalui," pungkasnya. (alf) 

 
 
Kategori :