MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Polresta Malang Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Semeru 2026, penanda dimulainya pengamanan terpadu menjelang libur panjang Nyepi hingga Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Diikuti berbagai unsur TNI, Polri, Pemerintah Kota Malang, serta berbagai mitra kamtibmas. Mulai relawan, Pramuka, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga organisasi komunikasi masyarakat di lingkup terkecil.
BACA JUGA:Awali Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Sidoarjo Bagikan Helm dan Stiker
Mini Kidi Wipes.--
Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menjelaskan, Operasi Ketupat tahun ini mengusung tema “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”. Menekankan kesiapsiagaan aparat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.
“Intinya, Operasi Ketupat Semeru bukan hanya soal lalu lintas, tetapi tentang pelayanan publik, keamanan. Memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas liburannya dengan aman dan nyaman,” terang Kombes Pol Putu Kholis.
Berdasarkan hasil koordinasi bersama saat rakor bersama lintas sektor, ada lima potensi tantangan utama yang perlu diantisipasi selama libur panjang di Kota Malang.
BACA JUGA:Polres Nganjuk Kerahkan 234 Personel Amankan Operasi Ketupat Semeru 2026
Mulai potensi kepadatan lalu lintas, mengingat Kota Malang menjadi jalur strategis menuju kawasan wisata Malang Raya.
Kedua, kepadatan di fasilitas publik seperti pusat perbelanjaan, tempat wisata, pusat kuliner, serta destinasi oleh-oleh yang biasanya meningkat signifikan selama libur Lebaran.
Tantangan ketiga adalah anomali parkir, yang kerap muncul akibat meningkatnya mobilitas masyarakat di pusat keramaian. Kondisi tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk mengambil keuntungan di luar ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
BACA JUGA:Polres Magetan Kerahkan 309 Personel dalam Operasi Ketupat Semeru 2026 untuk Amankan Mudik Lebaran
“Semakin tinggi mobilitas masyarakat, maka semakin tinggi pula konsumsi dan aktivitas ekonomi. Dampaknya adalah munculnya tantangan lain seperti pengelolaan parkir, pengelolaan sampah, hingga inflasi musiman yang perlu kita kendalikan bersama,” lanjut Kapolresta.
Selain empat poin tersebut, tantangan kelima adalah inflasi temporer atau inflasi musiman. Biasanya muncul akibat meningkatnya permintaan barang dan jasa menjelang hari raya.
“Jika kita mampu bersinergi dan mengelola situasi dengan baik, maka momentum libur panjang dapat menjadi peluang pertumbuhan ekonomi. Menunjukkan bahwa Malang kota yang aman, ramah bagi wisatawan, dan nyaman bagi warganya,” pungkasnya.