MALANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya memprediksi, puncak arus mudik berdasarkan data sementara, tingkat penjualan tertinggi pada 17 - 19 Maret 2026.
Untuk itu dihimbau, masyarakat yang akan mudik menggunakan segera melakukan pemesanan tiket melalui kanal resmi KAI. Jika tanggal favorit sudah mendekati penuh, pelanggan dapat mempertimbangkan alternatif tanggal keberangkatan.
BACA JUGA:KAI Daop 8 Tegaskan Jalur Kereta Bukan untuk Ngabuburit
Mini Kidi Wipes.--
Selain itu, bisa memanfaatkan skema perjalanan lanjutan, atau connecting train agar tetap mendapatkan pilihan perjalanan yang lebih fleksibel.
"Hingga 11 Maret 2026, penjualan tiket KA jarak jauh dari wilayah Malang mencapai 59.093 tiket. Sekitar 43 persen dari total kapasitas 136.045 tempat duduk. Periode keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026," humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, Rabu 11 Maret 2026.
Gempur Rokok Ilegal.--
Stasiun Malang, lanjutnya, menjadi stasiun dengan jumlah pemesanan tertinggi, yakni 49.187 tiket. Disusul Stasiun Kepanjen 4.458 tiket dan Stasiun Malang Kota Lama sebanyak 3.449 tiket. Sementara Stasiun Lawang, dan Stasiun Sumberpucung secara total mencatat 1.999 tiket.
Program diskon tiket 30 persen, sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat. Pemerintah menghadirkan program diskon 30 persen untuk KA Ekonomi Komersial, periode 14–29 Maret 2026.
BACA JUGA:Siap-Siap War Tiket Mudik! KAI Daop 8 Surabaya Buka Flash Sale Cuma Sehari
Di wilayah Malang tersedia 46.848 tiket diskon, dan hingga saat ini 31.115 tiket atau sekitar 66 persen telah terjual. Sehingga masih terdapat 15.733 tiket yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
"Di masa angkutan lebaran 2026, Stasiun Malang mengoperasikan 13 perjalanan KA jarak jauh per hari, yang terdiri dari 11 KA reguler dan 2 KA tambahan," lanjutnya.
BACA JUGA:Angkutan Lebaran 2026 Daop 8 Surabaya Catat 222 Ribu Tiket Kereta Api Terjual
Guna memastikan perjalanan aman dan lancar, KAI Daop 8 Surabaya menyiapkan lebih dari 3.000 personel operasional. Disiapkan, 587 unit sarana operasional. Mulai, 55 lokomotif, 520 kereta, serta 12 KRDI, guna mendukung kelancaran operasional perjalanan. (edr)