LUMAJANG, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kabupaten Lumajang segera memiliki Batalyon Infanteri (Yonif) TP yang direncanakan dibangun di Desa Burno, Kecamatan Senduro. Rencana pembangunan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar Kodim 0821/Lumajang.
BACA JUGA:Kodim 0821 Lumajang Cek Pengungsian Dataran Tinggi untuk Pastikan Keamanan Warga Semeru
Rakor terkait rencana penggunaan lahan pembangunan Yonif TP tahap III dan IV itu dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri di Balai Desa Burno, Rabu 11 Maret 2026.
Mini Kidi Wipes.--
Dalam arahannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa pembentukan Yonif TP merupakan program Presiden Republik Indonesia yang memerlukan dukungan dari berbagai pihak.
“Apabila ada persoalan di lapangan, kita cari solusi bersama agar pembangunan Yonif TP ini dapat terlaksana dengan baik,” ujarnya.
BACA JUGA:Personel Kodim 0821/Lumajang Bersama Warga Ringankan Dampak Lahar Dingin Semeru
Ia menjelaskan, keberadaan batalyon tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
BACA JUGA:Aksi Anggota Kodim 0821/Lumajang Bantu Warga Melintas Sungai Terdampak Erupsi Semeru
Dengan kekuatan personel sekitar 1.000 orang, perputaran ekonomi di wilayah tersebut diperkirakan akan meningkat sekaligus mendukung program percepatan swasembada pangan.
BACA JUGA:Personel Kodim 0821/Lumajang dan Yonif 527/BY Bersihkan Selokan di Jalur Vital Supiturang
Sementara itu, Wakil Administratur Perhutani Lumajang Soegihanto Aries Soebagiyo mengungkapkan bahwa rencana pembangunan Yonif TP di Desa Burno sebelumnya telah melalui tahap survei awal bersama pihak Koramil dan Perhutani.
BACA JUGA:Kodim 0821/Lumajang Sosialisasi Program Asabri dan Layanan Perbankan Mandiri Taspen
Menurutnya, lahan yang direncanakan untuk pembangunan batalyon tersebut sekitar 50 hektare. Namun sebagian area diketahui telah dimanfaatkan masyarakat melalui skema Surat Keputusan Hutan Kemasyarakatan (SKHKM).