Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
HJKS Banner
SFF 20266

Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 Kokoh, Likuiditas dan Permodalan Terjaga

Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 Kokoh, Likuiditas dan Permodalan Terjaga

bri, kinerja bri, likuiditas bri, car bri, triwulan i 2026, Keyword Panjang:--

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat kinerja keuangan yang solid dan resilien pada Triwulan I 2026 di tengah ketidakpastian ekonomi global, dengan likuiditas dan permodalan tetap terjaga pada level memadai, Sabtu 30 Mei 2026.

BRI terus menunjukkan pertumbuhan bisnis yang sehat dengan tetap mengedepankan prinsip prudential banking dan manajemen risiko yang disiplin.


Mini Kidi Wipes.--

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengatakan dari sisi likuiditas, BRI mencatat rasio yang tetap kuat dan berada di atas ketentuan regulator.

“Hingga akhir Maret 2026, loan to deposit ratio (LDR) BRI tercatat 86,7 persen yang masih ideal dalam mengelola fungsi intermediasi,” ujar Achmad Royadi.

BACA JUGA:Promo Diskon Tokopedia, BRI Beri Potongan Rp 100 Ribu untuk Belanja Akhir Pekan

Dari sisi struktur pendanaan, BRI mencatat perbaikan signifikan terutama dalam pengelolaan biaya dana dan komposisi dana murah.

Cost of fund berbasis dana pihak ketiga turun dari 3,0 persen pada Triwulan I 2025 menjadi 2,3 persen pada Triwulan I 2026.

Penurunan tersebut mencerminkan efektivitas strategi BRI dalam mengoptimalkan struktur pendanaan melalui peningkatan porsi dana murah.

BACA JUGA:BRI Salurkan KUR Rp 65,95 Triliun untuk Dukung Ketahanan Pangan

Hal ini sejalan dengan kenaikan rasio CASA dari 65,8 persen menjadi 68,1 persen pada periode yang sama.

“Yang juga penting, kami menjaga disiplin dalam pengelolaan likuiditas secara konsisten. Hal ini berdampak pada efisiensi biaya dana serta kualitas struktur pendanaan yang semakin optimal,” imbuhnya.

Dari sisi permodalan, posisi BRI juga dinilai sangat kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di level 22,90 persen.


Gempur Rokok Illegal--

Angka tersebut jauh di atas ketentuan minimum regulator bagi bank sistemik.

Dengan kondisi itu, BRI memiliki kapasitas besar untuk mendukung ekspansi bisnis secara prudent sekaligus menyerap potensi risiko ke depan.

BACA JUGA:BRI Pertahankan Momentum Kinerja Solid, Laba Bersih Melesat 13,7% Jadi Rp15,5 Triliun di Triwulan I 2026

Struktur permodalan tersebut juga memberikan ruang fleksibel untuk mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM dan pembiayaan produktif.

“Ke depan, kami akan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan likuiditas dan ketahanan permodalan,” pungkas Achmad Royadi. (–)

Sumber: