Proses tersebut memperkuat sinapsis dan meningkatkan kemampuan otak dalam beradaptasi terhadap tekanan. Dampaknya, seseorang dapat mengalami peningkatan konsentrasi serta ketahanan mental yang lebih baik.
"Puasa bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga latihan mental yang sangat kuat jika dijalankan dengan seimbang," tutur Diana.
Sebagai bagian dari komitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Fakultas Psikologi Unesa juga memperkenalkan berbagai layanan psikologi kepada publik, termasuk program day care berbasis psikologi perkembangan yang dirancang untuk mendukung tumbuh kembang anak secara profesional.
Meski demikian, Diana mengingatkan bahwa bagi individu dengan kondisi psikologis tertentu, konsultasi dengan tenaga profesional tetap penting agar kesehatan mental tetap terjaga selama menjalankan ibadah puasa.
"Puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan mental, namun pendekatannya tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu," pungkasnya. (Ain)