Sering Oplos Pertamax dengan Pertalite? Ini Dampaknya pada Mesin Motor

Jumat 06-03-2026,12:37 WIB
Reporter : Mg/Fitria Nafa
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Kelangkaan BBM karena krisis dan naiknya harga BBM menjadi alasan sebagian orang mencampur bahan bakar pertamax dan pertalite. 

BACA JUGA:Stok BBM Melimpah, Pertamina Jamin Pasokan Pertalite dan Pertamax Aman

Alasan ini tentunya bertujuan untuk menghemat pengeluaran di tengah lonjakan harga akibat inflasi atau karena sebab lainnya.


Mini Kidi Wipes.--

Namun sayangnya, kedua jenis bahan bakar bensin tersebut memiliki perbedaan angka oktan yang memengaruhi proses pembakaran di mesin motor. 

BACA JUGA:Selat Hormuz Terancam Tutup Total: Prediksi Harga Pertalite dan Pertamax

Pertamax memiliki angka oktan 92, sedangkan pertalite memiliki oktan yang berada di angkat 90. Perbedaan angka oktan ini berpengaruh pada cara bahan bakar terbakar di dalam ruang mesin motor. 

Mencampur pertamax dengan pertalite sebenarnya tidak secara langsung membahayakan kerja mesin motor. 

BACA JUGA:Satreskrim Polres Tulungagung Cek Sejumlah SPBU, Pastikan Pertalite Aman dan Sesuai Ketentuan

Saat kedua jenis bahan bakar itu dicampur dalam tangki, tidak akan terjadi reaksi yang membahayakan. Yang terjadi hanyalah penyesuaian angka oktan di tengah-tengah. 

Hal ini berarti bahwa kualitas bahan bakar yang dihasilkan dari pencampuran tersebut berada di antara pertamax dan pertalite. Mesin motor akan tetap bekerja secara normal seperti biasanya karena sistem pembakaran tetap berlangsung. 

BACA JUGA:Sidak Empat SPBU, Dewan: Bau Pertalite Seperti Lumpur Lapindo

Meski demikian, kinerja pembakaran yang terjadi tidak akan berjalan secara optimal, karena ketika kedua jenis bahan bakar ini berada di oktan tengah-tengah antara keduanya, maka sebagian manfaat dari salah satunya ada yang berkurang.

Dampak yang terjadi sebenarnya tergantung pada jenis motor. Pada motor dengan kompresi mesin tinggi yang direkomendasi memakai pertamax, penggunaan campuran pertalite bisa membuat pembakaran mesin menjadi kurang optimal. 

BACA JUGA:Wawali Surabaya Armuji Sidak SPBU Rajawali, Driver Ojol Keluhkan Pertalite Bikin Motor Brebet dan Mati

Kategori :