Genjot Prestasi Nomor Seni, Hapkido Jatim Latih 20 Pelatih Mugihyung
Pelatih Mugihyung mengikuti seminar Hapkido Jawa Timur di Surabaya.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pengurus Hapkido Indonesia Provinsi Jawa Timur menggelar seminar Mugihyung bagi 20 pelatih di Surabaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan nomor seni, Minggu 17 Mei 2026.
Seminar tersebut menjadi bagian dari strategi Hapkido Jawa Timur untuk mendongkrak prestasi atlet, khususnya di nomor seni bersenjata.
Mugihyung merupakan nomor seni jurus menggunakan senjata yang dipertandingkan dalam berbagai kejuaraan nasional.
Adapun senjata yang digunakan meliputi tongkat ganda, pedang, dan tongkat panjang.
Dalam seminar tersebut, para pelatih mendapat pembekalan langsung dari Grandmaster Hapkido Indonesia, Vincentius Yoyok Suryadi.
BACA JUGA:FPTI Jatim Bidik Pertahankan Juara Umum Kejurnas Panjat Tebing 2026 di Jakarta

Mini Kidi Wipes.--
Materi yang diberikan mencakup teknik dasar hingga pengembangan program latihan berbasis seni bersenjata.
Ketua Hapkido Indonesia Jawa Timur, Ivan Risvianto, mengatakan nomor Mugihyung menjadi fokus pembinaan karena capaian Jawa Timur di nomor tersebut masih belum optimal.
“Kita lemah di nomor ini. Saya ingin Jawa Timur bisa setara, bahkan lebih baik dari provinsi lain,” ujar Ivan.
Menurutnya, Jawa Timur selama ini memiliki keunggulan di nomor tarung, tetapi belum maksimal di nomor seni.
Selain itu, nomor seni dinilai memiliki kontribusi penting dalam perolehan medali di tingkat nasional.
“Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga pemahaman menyeluruh. Karena itu, kami memberikan perhatian khusus pada nomor seni, baik tangan kosong maupun senjata,” jelasnya.

Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur, Muhammad Nabil, mengapresiasi langkah Hapkido Jawa Timur meningkatkan kualitas pelatih melalui seminar kepelatihan.
Ia menilai pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk atlet berprestasi dari sisi keterampilan, mental, dan karakter.
“Pelatih harus mampu mentransformasikan keterampilan, sekaligus membangun mental, moral, dan sikap atlet,” kata Nabil.
Nabil juga mengingatkan agar pelatih benar-benar menjadi faktor utama dalam keberhasilan atlet.
“Pelatih harus profesional. Bagaimana melahirkan atlet profesional jika pelatihnya sendiri belum maksimal,” tegasnya. (yat)
Sumber:








