Jember Dihantui Kelangkaan BBM, Warga Geruduk SPBU hingga Tengah Malam

Jumat 06-03-2026,07:35 WIB
Reporter : Edi Winarko
Editor : Muhammad Ridho

JEMBER, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kabar burung mengenai kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di media sosial seketika berubah menjadi gelombang keresahan massal di Kabupaten Jember, Selasa, 5 Maret 2026, sejumlah SPBU mendadak "dikepung" antrean panjang kendaraan yang mengular hingga ke jalan raya, memaksa warga terjaga hingga dini hari demi mengamankan pasokan bensin.

BACA JUGA:Khofifah Sebut Minyakita Langka di Jatim karena Penyalur Belum Punya NIB


Mini Kidi Wipes.--

​Kekhawatiran akan tangki kosong membuat warga tak punya pilihan selain berburu bensin hingga ke jantung kota. Eko Wahyudi, salah satu warga, mengaku langsung memacu kendaraannya begitu mendengar desas-desus kelangkaan tersebut.

​“Begitu dengar info di medsos bensin langka, saya tidak pikir panjang lagi. Langsung cari pom yang masih buka,” ujar Eko dengan wajah lelah saat ditemui di tengah hiruk-pikuk antrean SPBU Kaliwates, Jalan Gajah Mada.

BACA JUGA:10 PSK Tretes Asal Bandung Dipulangkan Paksa


Gempur Rokok Illegal--

​Perjuangan Eko tidak mudah. Ia harus menempuh jarak lebih jauh dari rumahnya karena SPBU di lingkungan sekitarnya sudah lumpuh akibat antrean yang tak masuk akal. Bahkan, demi efisiensi, ia memboyong sang istri untuk ikut mengantre menggunakan motor berbeda.

​“Saya bawa motor sendiri, istri juga bawa motor satunya. Biar sekalian terisi semua, takut besok-besok benar-benar hilang dari pasaran,” tambahnya.

​Lautan kendaraan mulai memadati area SPBU sejak pukul 21.00 WIB. Eko sendiri baru bisa bernapas lega setelah selang bensin menyentuh tangkinya pada pukul 23.00 WIB—sebuah penantian panjang selama dua jam di bawah temaram lampu SPBU.

BACA JUGA:Gas Melon Langka di Jember, Harga Meroket Akibat Panic Buying

​Kondisi semakin mencekam saat waktu beranjak larut. Sekitar pukul 22.00 WIB, jumlah kendaraan justru semakin membeludak hingga membentuk tiga baris antrean yang mengular panjang.

​“Habis tarawih saya langsung berangkat, tapi ternyata sudah makin parah. Antreannya sampai tiga baris panjang sekali,” papar istri Eko yang menyusul kemudian.

BACA JUGA:Layanan SIM Santri Trendi Dibuka Satlantas Polres Gresik Selama Ramadan 1447 H

​Menanggapi fenomena "malam panjang" di berbagai SPBU ini, Ketua Hiswana Migas Besuki, Ikbal Wilda Fardana, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa hiruk-pikuk ini dipicu oleh kecemasan yang berlebihan, bukan karena pasokan yang terputus.

Kategori :