Plt. Direktur RSUD dr. Soebandi, Nyoman Semita, mengakui bahwa pihaknya kini tengah kewalahan. Status sebagai rumah sakit rujukan regional tidak berbanding lurus dengan kapasitas yang ada.
"Kapasitas kami saat ini hanya 388 tempat tidur, padahal idealnya kita butuh 700 tempat tidur untuk menampung lonjakan pasien ini," ungkap Nyoman.
Kini, publik menunggu: Apakah Rp31 miliar tersebut akan berubah menjadi layanan kelas satu bagi warga miskin, atau hanya akan menjadi angka mati dalam laporan keuangan semata? (fbr)